KAB. BEKASI | Populinews.com – Pejabat Eselon II Pemkab Bekasi berinisial HS, akhirnya dieksekusi ke Lapas Kelas II-A Cikarang, Senin (18/7/22) pukul 13.00 WIB, setelah dua kali mangkir ketika dipanggil agar melaksanakan putusan Kasasi Mahkamah Agung, dengan putusan Nomor : 822K/Pid/2022.

Kasi Intel Kejari kabupaten Bekasi membenarkan hal ini. menurutnya, sebagai jaksa eksekutor pada Kejari Kabupaten Bekasi, dirinya telah melakukan eksekusi badan terhadap HS, sebagai terpidana Kasus Pemalsuan Akta Authentik berupa surat Tanah.

Dikatakan terpidana HS, yang saat ini menjabat Staf Ahli Pemda Kabupaten Bekasi secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana membuat surat palsu secara bersama-sama dan berkelanjutan sebagaimana ketentuan Pasal 263 Ayat 1 KUHP, juncto Pasal 5 & Ayat (1) ke-1 KUHP juncto Pasal 64 ayat (1) KUHP.

“Putusan Mahkamah Agung tsb sekaligus menganulir putusan pengadilan Negeri Cikarang, Nomor: 134/Pid.B/2020/PN Ckr, tgl 1 April 2021, yang sebelumnya memutuskan HS terbebas dari segala tuntutan hukum”. Kata Kasi Intel Kejari Kabupaten Bekasi, Siwi Utomo lanjutnya. (Senin,18/7/22).

Selanjutnya HS harus melaksanakan putusan dengan menjalani Hukuman kurungan selama 1 tahun.

Siwi mengisahkan, “Kasus ini bermula pada tahun 2012, ketika HS membuat dan menandatangani Akta otentik berupa Akta Jual Beli (AJB), dan bertindak seolah-olah masih menjabat camat/PPATS Kecamatan Tarumajaya padahal yang bersangkutan sudah tidak lagi menjabat sebagai Camat Tarumajaya sejak bulan Mei 2012”.

“Dalam hal ini terpidana bukan orang yang berwenang untuk menandatangani Akta otentik berupa Akta Jual Beli” Ucapnya.

Eksekusi ini merupakan salah satu komitmen Kejaksaan Negeri Kabupaten Bekas menindak lanjuti instruksi Jaksa Agung R.I dalam pemberantasan Mafia tanah, yang terjadi di wilayah Kabupaten Bekasi”.tuturnya mengakhiri pembicaraan. (rahmat)