PALEMBANG | Populinews.com – Wakil Gubernur Sumatera Selatan H. Mawardi Yahya katakan perlu Koordinasi antara Pemerintah Provinsi dan Daerah Kabupaten/Kota dan penting dijalankan guna menjaga tingkat inflasi di seluruh daerah. Untuk itu diharapakan para Bupati/Walikota di Sumatera Selatan menggelar operasi Pasar murah karena ini merupakan tugas dan tanggungjawab kita bersama dalam mengendalikan inflasi

Hal tersebut diutarakan pada saat Rapat Koordinasi High Level Meeting (HLM) Tim Pengendalian Inflasi Daerah membahas Tindak Lanjut Arahan Presiden RI mengenai
Upaya Pengendalian Inflasi Daerah serta
Ketersediaan Pasokan Bahan Pangan bertempat di Ballroom 2 Hotel Aryaduta Palembang, Senin (10/10/2020)

“Tingkat Inflasi adalah salah satu indikator yang mempengaruhi pertumbuhan ekonomi, perekonomian:daerah akan tumbuh dan berjalan baik bila tingkat inflasi daerah terjaga rendah dan stabil” ujar Wagub Mawardi Yahya (MY)

MY utarakan, Pada Bulan Agustus 2022 kita mampu mengatasi laju inflasi dengan mengalami penurunan(deflasi)
sebesar 0,82% (mtm) sehingga termasuk dalam 10 daerah yang diberikan apresiasi oleh pemerintah Pusat. Sedangkan bulan September 2022 Sumatera Selatan mengalami inflasi yang cukup tinggi terdampak dari penyesuaian harga bbm

“Akibat kenaikan tersebut maka terjadi kenaikan biaya angkut dan biaya produksi dan faktor lain sehingga akan menekan kenaikan harga di beberapa komoditas yang berdampak pada laju inflasi yang semakin tinggi dan kita kita tahu Pertumbuhan ekonomi Sumatera Selatan masih cukup baik yaitu sebesar 5,18%” tutup MY

Kepala BI Perwakilan Sumsel R. Erwin Soeriadimadja utarakan Provinsi Sumatera Selatan pada bulan September 2022 mengalami inflasi sebesar 1,26 %, berbeda dibandingkan bulan sebelumnya yang tercatat deflasi sebesar -0,82% (mtm).

Turut hadir Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Selatan, Ir. S.A Supriono dan para Kepala OPD Prov. Sumsel. (hms)