Wonosobo Raih Penghargaan MURI sebagai Kabupaten dengan Penghafal Al-Qur’an Terbanyak
WONOSOBO | Populinews.com – Pemerintah Kabupaten Wonosobo menerima piagam penghargaan dari Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) sebagai kabupaten dengan penghafal Al-Qur’an terbanyak. Penghargaan tersebut diraih melalui kegiatan simaan dan khataman Al-Qur’an yang melibatkan 1.080 hafiz dan hafizah dalam satu majelis pada puncak peringatan Hari Santri Nasional (HSN) 2026, Kamis (22/10/2026).
Bupati Wonosobo Afif Nurhidayat mengatakan, peringatan Hari Santri tahun ini berlangsung lebih khidmat sekaligus meriah dengan digelarnya kegiatan simaan dan khataman Al-Qur’an secara bersama-sama. Menurutnya, kegiatan tersebut tidak sekadar menjadi rangkaian seremonial, tetapi juga bagian dari upaya memperkuat kecintaan masyarakat terhadap Al-Qur’an.
“Pelaksanaan Hari Santri tahun 2026 ini terasa lebih khidmat dan lebih meriah. Khidmat karena ada satu agenda, yaitu kita khataman dan simaan Al-Qur’an. Kita bisa mengumpulkan 1.080 hafiz dan hafizah Kabupaten Wonosobo dalam satu majelis,” ujar Afif.
Ia berharap, capaian tersebut menjadi dorongan bagi masyarakat untuk semakin dekat dengan Al-Qur’an dan menjadikannya bagian dari kehidupan sehari-hari. Menurutnya, semangat membaca Al-Qur’an perlu terus ditumbuhkan agar tidak hanya hadir dalam kegiatan peringatan keagamaan, tetapi juga menjadi kebiasaan masyarakat.
“Harapan besarnya, ini bagian dari kita ingin membumikan Al-Qur’an, sehingga seluruh warga masyarakat Kabupaten Wonosobo lebih cinta terhadap Al-Qur’an. Kemudian, bersama-sama pada waktu yang ditentukan, kita membaca Al-Qur’an,” katanya.
Seksi Acara Hari Santri Nasional Kabupaten Wonosobo 2026, Ahmad Yahya, menjelaskan bahwa kegiatan simaan Al-Qur’an merupakan puncak dari rangkaian peringatan Hari Santri yang berlangsung selama lima hari, mulai Minggu (18/10/2026).

Ahmad menyebut, sebanyak 1.080 hafiz dan hafizah yang mengikuti kegiatan tersebut berasal dari berbagai kecamatan di Kabupaten Wonosobo. Peserta dihimpun melalui pendataan dan undangan kepada sejumlah unsur, termasuk pondok pesantren serta forum penghafal Al-Qur’an.
Menurutnya, jumlah penghafal Al-Qur’an di Wonosobo berpotensi lebih banyak daripada yang telah tercatat. Sebagian hafiz dan hafizah belum terdata karena belum tergabung dalam forum atau majelis simaan yang ada.
“Ini baru yang sudah tercatat. Maka kita masih melakukan pendataan terus bersama Kementerian Agama,” jelas Ahmad.
Rangkaian peringatan Hari Santri Nasional 2026
Rangkaian peringatan Hari Santri Nasional 2026 di Wonosobo diawali dengan berbagai perlombaan dan pembukaan Liga Santri pada Minggu (18/10/2026). Kegiatan tersebut meliputi lomba duta santri, sejumlah lomba keagamaan, film dokumenter atau profil pondok pesantren, paduan suara, serta Liga Santri Mini Soccer tingkat Kabupaten Wonosobo.

Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan pelatihan musrifah atau pengurus pondok pesantren putri yang membahas keamanan lingkungan pesantren dan penanganan persoalan kekerasan seksual.
Panitia juga menggelar ziarah ke makam para ulama, pengukuhan forum majelis taklim, serta kegiatan Santri Peduli Lingkungan yang melibatkan santri untuk membersihkan area pondok pesantren dan lingkungan masyarakat sekitar.
Selain itu, kegiatan podcast santri dan malam tasyakuran turut menjadi bagian dari rangkaian peringatan. Pada puncak acara Kamis (22/10/2026), simaan Al-Qur’an dimulai pukul 06.00 WIB dan berlangsung hingga sekitar pukul 08.00 WIB. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan upacara Hari Santri dan penampilan seni dari para santri.
(syasya)
