Bupati Afif Launching Tahap Awal MGB di SMPN 3 Wonosobo
WONOSOBO | Populinews.com – Bupati Wonosobo, Afif Nur Hidayat melaunching Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang merupakan inisiatif dari Presiden Prabowo untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat di SMPN 3 Wonosobo, Senin (1/13/25).
Program ini bertujuan membantu warga memenuhi kebutuhan gizi seimbang, khususnya bagi siswa siswi, pesantren dan ibu hamil. Dalam acara peresmian, Bupati Afif menyampaikan apresiasi perhatian Presiden Prabowo terhadap kesehatan masyarakat, sekaligus berharap program ini dapat menjadi langkah awal dalam menciptakan generasi sehat dan produktif di Wonosobo.
“Alhamdulillah Kabupaten Wonosobo hari ini telah memulai dan mudah-mudahan seluruh siswa siswi termasuk santri di Kabupaten Wonosobo akan merasakan hal yang sama sebagai mana hari ini akan dirasakan untuk siswa siswi di SMPN 3 Wonosobo,” ujarnya saat sambutan launching MGB.
Program ini menyasar 522 siswa di SMPN 3 Wonosobo. Salah satu siswa yang sempat viral di media sosial mengungkapkan bahwa menu yang disajikan sangat enak dan menggugah selera.
“Ini sayurnya enak, lauk ayam dan tahunya juga enak, semuanya habis. Teman-teman juga banyak yang biasanya tidak sarapan jadi sangat membantu dan menghemat uang jajan,” tuturnya.
Program MGB di Kabupaten Wonosobo saat ini memasuki tahap pertama pelaksanaannya, yang dimulai dari sejumlah sekolah di wilayah Kecamatan Wonosobo. Program ini disambut dengan antusias oleh siswa siswi, karena diyakini akan membawa dampak positif dalam mendukung kesehatan dan gizi anak-anak di daerah tersebut.
Diperkirakan jumlah anak yang nantinya mendapat program MGB ada 151.000 yang belum termasuk pesantren, madrasah, Ibu hamil dan menyusui.
Pelaksanaan Program MGB di Kabupaten Wonosobo sempat tertunda dan hanya satu dapur umum yang siap beroperasi, yang juga telah mendapatkan kontrak dari Badan Goel Nasional (BGN).
“Kami sudah berdiskusi dengan Dinkes dari sisi kesehatan sudah layak, aman dan mudah-mudahan bisa berlanjut. Nantinya dapur umum bisa layani semua. Ini bergantung satuan pelayanan gizi dapur umum untuk penuhi syarat tidak dan semua bisa akses akan diseleksi BGN untuk bisa lolos,” ujarnya.
Bupati mendorong agar dapur umum lainnya segera beroperasi untuk memastikan program ini dapat berjalan lancar dan memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat. Beliau berharap, dengan semakin banyaknya dapur umum yang berfungsi, distribusi makanan bergizi dapat lebih merata dan meningkatkan kesejahteraan warga, terutama bagi anak-anak dan kelompok rentan di wilayah tersebut. (sas)

