WONOSOBO | Populinews.com – Pemerintah Kabupaten Wonosobo menegaskan komitmennya untuk terus mengoptimalkan peran zakat sebagai instrumen strategis dalam pengentasan kemiskinan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Hal tersebut disampaikan Bupati Wonosobo, Afif Nurhidayat, saat menghadiri peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-25 Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) di Wonosobo, Selasa (20/1/2025).

Afif menyampaikan, peringatan HUT BAZNAS menjadi momentum penting untuk mengingat kembali peran zakat dalam pembangunan bangsa, penguatan ekonomi, serta upaya mewujudkan Indonesia maju, khususnya di Kabupaten Wonosobo.

“BAZNAS memiliki peran yang sangat strategis. Karena itu kami terus mendorong, menggerakkan, dan mengingatkan, terutama keluarga besar ASN di Kabupaten Wonosobo, untuk meningkatkan kesadaran berzakat,” ujar Afif.

Menurutnya, tingkat partisipasi ASN dalam menunaikan zakat saat ini telah mencapai 55 persen. Meski demikian, masih terdapat sekitar 45 persen yang menjadi pekerjaan rumah bersama agar ke depan capaian tersebut terus meningkat.

“Manfaat zakat sangat nyata. Hari ini bisa kita lihat langsung, BAZNAS hadir melalui pelatihan membatik di pesantren, pembinaan UMKM, hingga kepedulian terhadap para pekerja rentan,” jelasnya.

Afif mencontohkan, BAZNAS bersama dinas terkait dan Disnakertrans hadir di pesantren melalui klaster batik untuk melatih para santri membatik. Keterampilan tersebut diharapkan menjadi bekal tambahan ketika santri kembali ke daerah asalnya, selain ilmu agama yang telah dimiliki.

Selain itu, BAZNAS juga membina pelaku UMKM Pakulinan Central Wonosobo yang berada di sekitar Masjid Agung Jami’, serta memberikan bantuan alat pelindung diri berupa masker, sarung tangan, dan sepatu boot kepada para pemulung di TPA Wonorejo, guna menjaga kesehatan mereka yang setiap hari bergelut dengan sampah.

Sementara itu, Ketua BAZNAS Kabupaten Wonosobo, Priyo Purwanto, mengungkapkan bahwa pada tahun 2025, BAZNAS berhasil menghimpun dana zakat sebesar Rp7 miliar. Untuk tahun 2026, BAZNAS menargetkan penghimpunan dana zakat mencapai Rp8 miliar.

“Dana zakat tersebut kami salurkan melalui lima program utama, yakni Wonosobo Cerdas di bidang pendidikan, Wonosobo Sehat di bidang kesehatan, Wonosobo Peduli, Wonosobo Makmur Sejahtera, dan Wonosobo Taqwa. Seluruhnya difokuskan kepada masyarakat miskin dan mustahik,” jelas Priyo.

Terkait upaya meningkatkan capaian zakat hingga 100 persen, Priyo optimistis hal tersebut dapat tercapai seiring dengan meningkatnya kesadaran dan komitmen para muzakki.

Pemerintah Kabupaten Wonosobo berharap sinergi antara BAZNAS dan pemerintah daerah terus diperkuat, mengingat keterbatasan anggaran APBD. Melalui gerakan zakat, infak, dan sedekah, diharapkan upaya pengentasan kemiskinan, penurunan stunting, serta penguatan ekonomi keluarga di Wonosobo dapat berjalan lebih optimal. (sya)

Bagikan :