WONOSOBO | Populinews.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Wonosobo menggelar Sosialisasi Tingkat Kabupaten terkait program Dana Alokasi Khusus (DAK) dan APBD Bidang Air Minum dan Sanitasi di Pendopo Selatan, Rabu (21/1/2026).

Kepala DPUPR Kabupaten Wonosobo, Nurudin Ardiyanto, mengatakan bahwa kegiatan tersebut bertujuan untuk meningkatkan akses air minum dan sanitasi aman bagi masyarakat desa.

Total anggaran yang dialokasikan untuk program ini mencapai sekitar Rp7,5 miliar dan akan dilaksanakan di 10 desa dengan pendekatan berbasis masyarakat.

“Hari ini kita melakukan sosialisasi kabupaten terkait kegiatan DAK Air Minum dan Sanitasi serta APBD Kabupaten. Program ini dilaksanakan di 10 lokasi desa dan dikelola langsung oleh masyarakat,” jelasnya.

Ia menyebutkan, saat ini Kabupaten Wonosobo telah memiliki 185 Badan Pengelola Sistem Penyediaan Air Minum (BP SPAM) yang tersebar di seluruh desa. Namun demikian, hingga kini belum ada desa yang mencapai 100 persen akses sanitasi aman, sehingga setiap tahun masih terbuka peluang bagi desa-desa untuk mendapatkan alokasi program lanjutan.

Menurutnya, pembangunan infrastruktur air minum dan sanitasi tidak hanya difokuskan pada penyediaan fisik, tetapi juga pada kualitas pengelolaan. Oleh karena itu, kinerja BP SPAM menjadi salah satu faktor penilaian utama dalam penentuan alokasi program berikutnya.

“Kami tidak ingin apa yang dibangun oleh masyarakat sendiri tidak terkelola dengan baik. Penilaian kami meliputi pemeliharaan, ketertiban iuran, dan bagaimana infrastruktur itu dikelola agar berkelanjutan,” tegasnya.

Adin juga menjelaskan bahwa program ini menyasar desa-desa yang belum memiliki akses air minum aman, meskipun secara akses dasar masyarakat sudah tidak mengalami kekurangan air. Pasalnya, air yang dialirkan secara mandiri tanpa sistem pengelolaan yang baik belum dapat dikategorikan sebagai akses aman.

“Air minum yang kita bangun standarnya sama dengan PDAM, ada meteran dan keran air. Dengan sistem ini, kontinuitas dan pengelolaan bisa dijamin, air tidak terbuang sia-sia, serta ada kepedulian untuk berbagi sumber daya dengan masyarakat lain,” pungkasnya.

Melalui sosialisasi ini, DPUPR berharap masyarakat semakin memahami pentingnya pengelolaan air minum dan sanitasi secara aman dan berkelanjutan, sehingga sumber daya air yang terbatas dapat dimanfaatkan secara optimal untuk kesejahteraan bersama.

(syasya)

Bagikan :