WONOSOBO | Populinews.com – Pemerintah Kabupaten Wonosobo melalui Dinas Kesehatan melaksanakan Operasi Pasar dan Pengawasan Pangan Terpadu di sejumlah pasar tradisional dan ritel pangan. Sebagai upaya menjamin peredaran pangan yang aman, bermutu, dan bebas bahan berbahaya selama bulan Ramadhan dan menjelang Idul Fitri 1447 H, Selasa, (3/3/2026).

Operasi pasar, melibatkan Tim Keamanan Pangan Daerah bersama lintas sektor, antara lain Satpol PP, Dispaperkan, jajaran Puskesmas, Dinas Kesehatan, serta unsur kepolisian.

Kepala Bidang Pelayanan dan Sumber Daya Kesehatan Dinas Kesehatan Kabupaten Wonosobo, Widi Hartono, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan agenda rutin tahunan yang ditingkatkan intensitasnya menjelang Ramadhan dan Idul Fitri.

“Operasi pasar ini bertujuan memastikan pangan yang beredar aman dari produk-produk berbahaya. Dari tahun ketahun, pola temuannya relatif sama,” ungkapnya.

Dari 179 sampel pangan, ditemukan 58 positif mengandung bahan berbahaya berdasarkan empat indikator, yakni boraks, formalin, pewarna merah berbahaya, dan pewarna kuning berbahaya. Produk yang masih kerap ditemukan mengandung formalin antara lain ikan teri asin, cumi asin, serta penggunaan garam bleng (uyah bleng).

“Selain pengawasan di pasar tradisional, tim juga melakukan pemeriksaan di toko ritel yang menjual produk pangan kemasan. Dari hasil pengawasan, ditemukan sekitar 1.700 produk yang tidak memenuhi ketentuan, meliputi produk kedaluwarsa, kemasan rusak, serta label yang tidak sesuai.”tambahnya.

Produk-produk tersebut langsung disisihkan dari peredaran. Jika memungkinkan, dikembalikan kepada distributor atau pabrik, dan apabila tidak memungkinkan dilakukan pemusnahan sesuai prosedur.

Terhadap pedagang yang terbukti menjual produk tidak sesuai ketentuan, dilakukan pembinaan serta penandatanganan surat pernyataan bermaterai agar tidakmengulangi pelanggaran.

Tahun ini, pengawasan diperluas ke delapan pasar, yakni Pasar Induk Wonosobo, Pasar Kalibeber, Pasar Jawar, Pasar Sapuran, Pasar Gadingrejo Kepil, Pasar Kaliwiro, Pasar Selomerto, dan Pasar Garung. Setelah itu, pengawasan akandilanjutkan ke pusat kuliner dan pujasera.

Dinas Kesehatan mengimbau masyarakat agar lebih cermat dalam memilih pangan. Beberapa hal yang dapat diperhatikan antara lain warna makanan yang terlalu mencolok, kondisi kemasan, tanggal kedaluwarsa, serta kewaspadaan terhadap produk ikan asin yang tampak terlalu bersih dan tidak dihinggapi lalat.

“Melalui kegiatan ini, kami berharap masyarakat terlindungi dari pangan berbahaya, terutama pada momentum Ramadhan dan Idul Fitri di mana konsumsi pangan meningkat,” tambahnya.

Pemerintah Kabupaten Wonosobo akan memperkuat pengawasan dan koordinasi lintas sektor guna menciptakan peredaran pangan yang aman dan melindungi kesehatan masyarakat. (diskominfo/sya)

 

Bagikan :