Disnakerintrans Wonosobo Gelar Pelatihan SDM Industri SKT dan Produk Makanan Berbahan Singkong
Program DBHCHT 2026, Dorong Pertumbuhan Ekonomi Masyarakat
WONOSOBO | Populinews.com — Dinas Tenaga Kerja, Perindustrian dan Transmigrasi (Disnakerintrans) Kabupaten Wonosobo, terus berupaya melakukan pemberdayaan ekonomi masyarakat sekaligus penguatan sumber daya manusia (SDM). Salah satunya adalah menggelar berbagai pelatihan baik di sektor industri maupun pembinaan keterampilan kerja.
Seperti dilakukan Disnaker Perindustrian dan Transmigrasi Wonosobo belum lama ini, yakni melaksanakan 3 (tiga) kegiatan pelatihan, yakni pelatihan peningkatan kapasitas SDM industri hasil tembakau (rokok Sigaret Kretek Tangan/SKT) yang dilaksanakan di CV. Cipta Santosa Abadi, Serang, Kelurahan Wonorejo, Kecamatan Selomerto. Pelatihan berlangsung pada 25 Februari hingga 3 Maret 2026 lalu (tujuh hari kalender)
Dua pelatihan lainnya merupakan kegiatan peningkatan keterampilan kerja masyarakat berupa pelatihan pengolahan makanan hasil pertanian dengan fokus utama pengolahan produk berbahan singkong. Singkong ditetapkan sebagai komoditas prioritas RPJMD Kabupaten Wonosobo Tahun 2026.
Pembinaan industri tersebut dilaksanakan di Pendopo Kecamatan Kalikajar serta di Balai Desa Kebrengan, Kecamatan Mojotengah, dimulai pada 26 Februari hingga 4 Maret 2026.
Sumber dana tiga kegiatan pelatihan ini berasal dari Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) Tahun Anggaran 2026. Masing-masing pelatihan diikuti oleh 20 peserta, yang mayoritas merupakan perempuan. Selain mendapatkan materi teknis dan praktik langsung, para peserta juga akan ditindaklanjuti dengan fasilitasi dan pendampingan usaha pascapelatihan.
Disnakerintrans juga tengah mengupayakan skema uji kompetensi bagi peserta yang berpotensi untuk memperoleh sertifikat resmi dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP).

Kepala Disnakerintrans Kabupaten Wonosobo, Fany Muqorrobin, mengatakan pelaksanaan pelatihan di bulan Ramadan, menjadi langkah awal kegiatan di tahun 2026, dengan harapan tetap berjalan efektif sekaligus menjadi momentum penguatan karakter.
“Waktu pelatihan di bulan puasa harapannya tetap efektif. Ini sekaligus menjadi momentum penguatan karakter, seperti disiplin, sabar, dan jujur secara alami, serta meningkatkan kepedulian sosial,” ujarnya.
Ia menambahkan, di tengah keterbatasan fiskal daerah, pelaksanaan pelatihan harus dilakukan secara efisien namun tetap berdampak. “Tiga pelatihan ini langsung ‘gas’ sejak awal tahun sebagai wujud keseriusan Disnakerintrans dalam mendukung pengembangan potensi daerah melalui peningkatan kapasitas sumber daya manusia,” kata Fany.
Camat Kalikajar, Aldhiana Kusumawati, menyambut baik pelatihan pengolahan singkong yang digelar di wilayahnya. Menurutnya, kegiatan ini relevan dengan rencana pengembangan kawasan wisata baru Jalan Lingkar Sumbing (JALISU).
“Pelatihan ini sangat strategis bagi Kecamatan Kalikajar, terutama dalam mendukung penyiapan pengembangan kawasan wisata JALISU,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Bagian Perekonomian dan SDA Setda Kabupaten Wonosobo, Lintang Esti Pramanasari, menilai pelatihan yang dikelola secara serius dapat berkontribusi pada upaya pengentasan kemiskinan.
“Melalui pelatihan yang efektif dan serius dalam pembekalan keterampilan bagi calon pekerja, diharapkan berdampak signifikan bagi kinerja pemerintah daerah dalam upaya pengentasan kemiskinan,” katanya.
Perencana Bappeda Kabupaten Wonosobo, Muhammad Nurkholis, menambahkan bahwa ketiga pelatihan tersebut sejalan dengan arah kebijakan pembangunan daerah ke depan.
“Tiga pelatihan yang dilaksanakan Disnakerintrans ini mendukung hilirisasi pertanian sesuai tema pembangunan tahun 2027. Intensitasnya perlu terus ditingkatkan,” ujarnya.
Selain pelatihan yang dilaksanakan oleh Disnakerintrans, Kabupaten Wonosobo juga mendapatkan manfaat tambahan karena menjadi lokasi pelatihan peningkatan SDM industri hasil tembakau yang diselenggarakan oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Tengah.

Pelatihan yang juga bersumber dari DBHCHT Provinsi Jawa Tengah dalam Program Pembinaan Industri tersebut berlangsung pada 3–5 Maret 2026 di CV. Lestari Djaya Raya dan CV. Tobacco Sundara Industry, Kalikuto, Desa Candimulyo, Kecamatan Kertek.
Sinergi antara pemerintah kabupaten dan provinsi ini diharapkan mampu memperkuat sektor industri hasil tembakau (SKT) yang bersifat padat karya, sekaligus meningkatkan keterampilan masyarakat dalam mengolah potensi lokal.
Dengan penguatan SDM yang terarah, pemerintah daerah optimistis upaya pengembangan potensi daerah dan pengentasan kemiskinan dapat berjalan lebih efektif dan berkelanjutan. (adv/sya)

