WONOSOBO | Populinews.com – Pemerintah Kabupaten Wonosobo bersama TNI dan Polri menyatakan kesiapan dalam mengamankan arus mudik dan lonjakan wisatawan selama momentum Idul Fitri 2026 melalui pelaksanaan Operasi Ketupat 2026.

Kesiapan tersebut ditandai dengan apel gelar pasukan yang digelar di Halaman Mapolres Wonosobo, Kamis (13/3/2026).

Secara keseluruhan, Polri menyiapkan sekitar 394 personel yang akan diterjunkan dalam Operasi Ketupat 2026 di wilayah Wonosobo.

Jumlah tersebut akan diperkuat dengan dukungan personel dari TNI, Pemerintah Daerah, Dinas Perhubungan, Satpol PP, relawan, serta unsur masyarakat lainnya.

Bupati Wonosobo, Afif Nurhidayat, menyampaikan bahwa sinergi antara pemerintah daerah, TNI, dan Polri merupakan bentuk kehadiran negara dalam memberikan perlindungan dan pelayanan kepada masyarakat, khususnya bagi para pemudik yang kembali ke kampung halaman.

“Saudara-saudara kita yang merantau, terutama di kota besar seperti Jakarta, tentu akan pulang untuk berkumpul bersama keluarga. Kita ingin mereka bisa sampai dengan aman dan nyaman hingga ke rumah masing-masing,” ujarnya.

Selain arus mudik, Kabupaten Wonosobo juga diperkirakan akan mengalami peningkatan kunjungan wisatawan yang mengakibatkan kemacetan

Terutama menuju kawasan Dataran Tinggi Dieng, yang pada tahun lalu menjadi salah satu tujuan wisata favorit di Jawa Tengah saat libur Lebaran.

“Pemerintah daerah sendiri pada tahun 2025 telah melakukan penataan dan rehabilitasi jalur alternatif melalui Watumalang, Mutisari, Kalidesel, hingga Sikunang yang diharapkan dapat menjadi jalur alternatif menuju Dieng,” ungkapnya.

Afif menegaskan bahwa jalur Sikarim tidak direkomendasikan untuk dilalui wisatawan karena kondisi jalannya yang kurang mendukung.

“Apabila jalur utama menuju Dieng mengalami kepadatan, masyarakat diharapkan dapat menggunakan jalur alternatif melalui Watumalang.”

Sementara itu, Kapolres Wonosobo, AKBP M. Kasim Kabar Bantilan, menjelaskan bahwa pihaknya telah menyiapkan tujuh pos pengamanan yang tersebar di sejumlah titik strategis.

“Untuk pengamanan di wilayah Wonosobo, tahun ini disiapkan tujuh pos pengamanan. Jumlah ini bertambah dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya lima pos,” jelasnya.

Ia menyebut penambahan pos dilakukan terutama di kawasan Dieng serta wilayah Garung–Menjer yang diprediksi menjadi titik kepadatan kendaraan, baik sebelum maupun setelah puncak arus mudik.

“Kemudian di Garung dan Menjer juga kita siapkan satu pos tambahan karena berdasarkan analisa di situlah potensi kepadatan akan terjadi,” jelasnya.

Selain itu, pengamanan juga akan diperkuat di wilayah Kretek, yang merupakan salah satu jalur utama menuju kawasan Dieng.

ia mengimbau masyarakat yang akan mudik maupun berwisata agar memastikan kondisi kendaraan dalam keadaan baik, mengingat jalur menuju Dieng berada di kawasan dataran tinggi yang cukup menantang. ( sya)

Bagikan :