Dinkes Wonosobo Gandeng UNDIP dan UNICEF Percepat Imunisasi Anak untuk Penurunan Zero Dose
WONOSOBO | Populinews.com – Upaya Pemerintah Daerah dalam memperkuat sistem kesehatan masyarakat, khususnya bagi anak-anak. Dinas Kesehatan Kabupaten Wonosobo bekerjasama dengan Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Diponegoro (LPPM UNDIP) dan UNICEF mengadakan Pertemuan Advokasi dalam rangka Percepatan Imunisasi Rutin untuk Penurunan Zero Dose dan Introduksi Vaksin Baru di Wonosobo. Rabu, (06/05/2026) di Gedung IBI Wonosobo.
Perwakilan LPPM UNDIP, Ayun Sriatmi dalam keterangannya mengatakan bahwa pertemuan ini berawal dari keprihatinan terhadap wabah penyakit yang sebenarnya bisa dicegah dengan imunisasi lengkap pada anak, salah satunya adalah penyakit campak.
“Tujuan dari kegiatan ini salah satunya untuk menyamakan persepsi antar pemangku kepentingan pemerintah, dinas kesehatan, hingga tingkat desa agar semua anak di Wonosobo terlindungi dari penyakit yang dapat dicegah dengan vaksin,” ungkapnya.
Permasalahan strategis imunisasi antara lain adanya ketimpangan cakupan imunisasi antar wilayah, masih tingginya jumlah anak zero dose pada kelompok rentan, akses dan pemanfaatan layanan imunisasi yang belum optimal. Selain itu, juga risiko KLB PD3i akibat akumulasi anak tidak imunisasi dan meningkatnya beban ekonomi rumah tangga dan daerah.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Wonosobo, Jaelan menyampaikan, saat ini capaian angka imunisasi di Wonosobo masih kategori rendah, sehingga harus terus disosialisasi kepada masyarakat akan pentingnya imunisasi.
Terlebih, dalam dua tahun terakhir cakupan imunisasi di Wonosobo mengalami penurunan sasaran. Tercatat, data tahun 2024 mencapai 66,75 persen dan tahun 2025 turun menjadi 58,7 persen.
“ Advokasi ini sebagai upaya mengidentifikasi wilayah atau kelompok masyarakat yang sulit dijangkau agar petugas kesehatan bisa melakukan “Imunisasi Kejar” untuk memastikan tidak ada anak yang terlewat,” imbuhnya.
Salah satu point yang ditekankan adalah Zero Dose yaitu merujuk pada anak-anak yang sama sekali belum pernah mendapatkan imunisasi dasar ataupun imunisasi tidak lengkap. Mengingat, anak-anak sangat rentan terhadap wabah penyakit berbahaya karena tidak memiliki kekebalan dasar.
“berdasarkan data, tahun 2025 terdapat 163.942 anak Zero Dose di wilayah Jawa Tengah,” tambahnya.
Saat ini Pemkab Wonosobo telah menyediakan banyak lokasi untuk tempat pelaksanaan imunisasi, di 24 Puskesmas, 5 Rumah Sakit, Dokter, Bidan, klinik praktek mandiri dan 265 desa yang juga menyediakan pos layanan imunisasi seperti Posyandu.
Keberhasilan Imunisasi akan berdampak pada pembangunan daerah, diantaranya yaitu Indeks Pembangunan Manusia (IPM) dan Produktivitas yang meningkat, Beban Kesehatan menurun dan Pertumbuhan ekonomi serta kesejahteraan yang meningkat.

