Wonosobo Raih 11 Emas di Porprov Jateng 2026, Catat Prestasi Terbaik Sepanjang Sejarah
WONOSOBO | Populinews.com – Kontingen Kabupaten Wonosobo berhasil melampaui target perolehan medali emas dalam ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Tengah XVII 2026. Dari target awal 10 emas, Wonosobo mampu mengumpulkan 11 medali emas, 8 perak, dan 16 perunggu.
Berdasarkan klasemen perolehan medali per Jumat (30/10/2026) pukul 18.28 WIB, Wonosobo mengoleksi total 35 medali dan berada di peringkat ke-24 dari 35 kabupaten/kota peserta.
Perolehan tersebut menjadi catatan terbaik Wonosobo sepanjang sejarah keikutsertaannya dalam Porprov. Jika dibandingkan dengan Porprov 2023 yang hanya menghasilkan dua medali emas, capaian tahun ini meningkat sebanyak sembilan medali atau 5,5 kali lipat.
Ketua KONI Kabupaten Wonosobo, Khozin, menyampaikan apresiasi atas perjuangan seluruh atlet yang telah berkontribusi dalam pencapaian tersebut. Menurutnya, perolehan 35 medali menjadi catatan baru bagi olahraga Kabupaten Wonosobo.
“Ini satu capaian baru. Kali ini Wonosobo bisa mencapai itu sepanjang sejarah mengikuti Pekan Olahraga Provinsi. Biasanya kita konsisten di angka 32, 33, atau 35 medali,” ujar Khozin saat dihubungi, Jumat (30/10/2026).
Ia mengungkapkan, Wonosobo sebenarnya sempat mengumpulkan 12 medali emas. Namun, satu medali emas dari cabang olahraga aeromodelling dianulir oleh dewan juri setelah dilakukan pemeriksaan teknis terhadap pesawat yang digunakan atlet.
KONI Wonosobo telah mengajukan banding atas keputusan tersebut dengan membayar biaya sebesar Rp5 juta. Akan tetapi, upaya itu tidak mengubah keputusan panitia sehingga perolehan akhir ditetapkan sebanyak 11 emas, 8 perak, dan 16 perunggu.
Dari sejumlah cabang olahraga yang menyumbangkan medali, kickboxing menjadi salah satu penyumbang terbanyak dengan total delapan medali, terdiri atas dua emas, satu perak, dan lima perunggu.
Sementara itu, aeromodelling dan arung jeram masing-masing menyumbangkan dua medali emas. Cabang olahraga muaythai, tinju, paralayang, dan balap motor juga turut menyumbangkan medali emas bagi Wonosobo.
Meski target berhasil terlampaui, Khozin mengakui masih terdapat sejumlah peluang yang belum dapat dimaksimalkan. Beberapa atlet yang sebelumnya diharapkan mampu meraih medali emas justru belum berhasil mencapai podium tertinggi.
“Sejujurnya kami belum terlalu puas karena masih ada capaian-capaian yang mestinya bisa diraih, tetapi lepas dari tangan kita. Namun, paling tidak kami cukup puas karena target bukan sekadar tercapai, tetapi terlampaui,” katanya.
Khozin juga mengapresiasi kerja keras atlet, pelatih, ofisial, serta seluruh panitia kontingen yang telah mendukung perjuangan Wonosobo selama kompetisi berlangsung. Apresiasi turut disampaikan kepada Wakil Bupati Wonosobo selaku Ketua Kontingen yang terus mendampingi atlet, termasuk menyaksikan pertandingan hingga hari terakhir cabang olahraga kickboxing.
Ke depan, hasil Porprov 2026 akan menjadi bahan evaluasi KONI dalam meningkatkan pembinaan dan mempersiapkan atlet menghadapi kompetisi berikutnya. Terlebih, pada Porprov empat tahun mendatang, Wonosobo diproyeksikan menjadi bagian dari wilayah tuan rumah dengan peluang menyelenggarakan sekitar delapan hingga sepuluh cabang olahraga.
Khozin mengatakan, KONI akan melakukan evaluasi bersama seluruh cabang olahraga sekaligus memberikan pendampingan agar persiapan atlet dapat dilakukan lebih awal.
“Empat tahun yang akan datang kita harapkan masing-masing atlet dan cabang olahraga bisa berbicara di cabangnya masing-masing. Karena sebagai tuan rumah nanti kita memiliki keuntungan, atlet bisa mengikuti Porprov tanpa harus melewati Pra-Porprov atau babak kualifikasi,” pungkasnya.
Dengan peluang menjadi tuan rumah pada penyelenggaraan mendatang, KONI Wonosobo berharap pembinaan atlet di setiap cabang olahraga dapat semakin optimal sehingga mampu meningkatkan daya saing dan perolehan prestasi daerah.
(syasya)
