Hampir 30 Tahun Tak Berjumpa, Syafe’i Akhirnya Bertemu Dodi Reza Alex

136 views

Syafe’i (kanan) dan Bupati Muba Dodi Reza Alex Noerdin

LAHAT | Populinews.com — Pertemuan dua kerabat lama yang tak pernah terbayangkan oleh keduanya, terjadi pada sosok Bupati Musi Banyuasin, Dodi Reza Alex Noerdin, dengan Syafe’i, purnawirawan TNI-AD yang sempat menjadi Ajudan Pangdam II Sriwijaya semasa dijabat Mayjen TNI (Purn) Iskandar M Sahil, Kamis (24/9/2020) lalu.

Ihkwal pertemuan ini, berawal dari perjumpaan tak sengaja antara Syafe’i dengan seorang pejabat Pemkab Musi Banyuasin, yang kebetulan juga teman dekatnya di Palembang.

Di akhir perbincangan panjang lebar, Syafe’i kemudian menitip salam untuk Dodi Reza. Karena menurutnya, Dodi Reza Alex yang kini menjadi orang nomor satu di Kabupaten Musi Banyasin, adalah teman dekatnya semasa beliau masih duduk di bangku SMP di Lubuk Linggau.

Bahkan, menurut Syafe’i, antara dirinya dengan Dodi dan adik kandungnya bernama Aken, semasa kecil hingga remaja, tidak sekedar teman se-permainan. Tapi lebih layak disebut sebagai bagian dari keluarga besar Alex Noerdin, mantan Gubernur Sumsel dua periode (2009 – 2014 dan 2014 -2019), yang kini duduk di Komisi VII DPR-RI.

Apalagi di masa itu, keberadaan Syafe’i di tengah keluarga Alex Noerdin, terpaut erat lantaran dia dipercayai oleh adik Kandung Alex Noerdin, untuk menjalankan perusahaan miliknya, yang bergerak di bidang jasa konstruksi.

Mendengar cerita Syafe’i, sang pejabat teman dekatnya ini pun berjanji akan menyampaikan pesan salam tersebut manakala bertemu dengan Dodi Reza Alex. ”Insya’allah nanti akan saya sampaikan ketika bertemu beliau,” ucap sang pejabat sebelum keduanya berpisah.

Setelah pertemuan dengan sahabatnya ini, Syafe’i sebenarnya tidak lagi terpikir akan menerima kabar lebih lanjut tentang Dodi. Apalagi untuk bertemu dan berbicara langsung dengannya. Syafe’i menyadari posisi dirinya saat ini sudah berbeda dibanding Dodi, seorang figur Bupati yang dulu sering ia antar dan jemput ketika masih sekolah.

Namun, rupanya takdir berkata lain. Seperti petuah agama: Maut, Jodoh dan Pertemuan, tidak satu manusia pun dapat mengira dan menduga, kecuali atas kehendak Yang Maha Kuasa. Tiba-tiba saja, sekitar dua pekan lalu, Syafe’i menerima telepon dari nomor yang belum pernah ia kenal. Setelah direspon, Syafe’i pun terkejut karena yang berbicara ternyata Dodi Reza Alex.

”Apa kabar sekarang kak, begitu lama tak ada kabar. Datanglah kesini kak, lapor ke protokol nanti ya biar dijadwalkan waktunya. Saya tunggu,” ujar Dodi dengan ramah dari ujung telepon.

Setelah menerima telepon tersebut, Syafe’i pun akhirnya menyempatkan waktunya untuk bertandang ke Musi Banyuasin. Ia datang bersama beberapa rekannya dari Kayu Agung, Ogan Komering Ilir. Tiba di Pemkab Muba, sekitar pukul 11:00 Wib, langsung melapor ke protokol. Rupanya hari itu, jadwal Bupati Dodi Alex menerima tamu juga cukup padat. Namun, hal itu cukup dimengerti oleh Syafe’i dan rekannya.

Baru sekitar pukul 16:00 WIB, Syafe’i diterima langsung oleh Bupati Dodi Reza Alex di salah satu ruangan, yang memang selalu digunakan untuk kepentingan pribadi. Suasana pertemuan pun berlangsung haru biru, dan penuh kisah kenangan masa lalu.

Dodi pun sempat bertanya, kenapa dulu Syafe’i setelah menjadi Anggota TNI-AD tak pernah lagi berkabar. Setelah pensiun dari jabatan terakhir sebagai ajudan Pangdam II Siriwijaya, baru ada kabar berita. Syafe’i pun berkisah, selama menjadi anggota TNI-AD, ia kehilangan nomor kontak hampir semua kerabat lama. Lagi pun, posisi dan tugas seorang prajurit TNI, tidak bisa bebas seperti warga sipil.

Selanjutnya Dodi pun bertanya ke Syafe’i tentang aktivitas saat ini. ”Saya kebetulan dipercaya menjadi Ketua DPD Partai Berkarya di OKI,” ucap Syafe’i. Mendengar jawaban ini, Dodi pun memberikan apresiasi dan memberi saran. ”Meskipun sudah pensiun dan masih sehat, tetaplah mengabdikan diri untuk masyarakat agar tak putus amal dunia dan akherat,” ucap Dodi.

Dalam pertemuan ini pun, Dodi sempat berkisah masa lalunya bersama Syafe’i. Salah satu kisah yang tak pernah terlupakan adalah peristiwa na’as ketika Dodi dan Syafe’i jatuh terjerembab dari atas kuda yang mereka naiki. ”Peristiwa jatuh naik kuda itu yang memang tak bisa terlupakan,” ucap Dodi sembari tertawa, dan pertemuan pun berakhir setelah foto bersama. (dm)

Bagikan :

Posting Terkait