Komisi IV DPRD Lahat Tinjau Tanggul Jebol di Tanjung Payang

LAHAT | Populinews.com — Dengan adanya curah hujan yang tinggi, hal ini menyebabkan jebolnya tanggul tembok irigasi Lematang II. Peristiwa ini terjadi kira-kira dari bulan Desember 2019 lalu. Oleh karena itu pada Jum’at (02/10) di tembok penahan irigasi Lematang II yang berada di desa Tanjung Payang Kecamatan Lahat Selatan, anggota DPRD Kabupaten Lahat komisi IV meninjau langsung di tempat lokasi.
Anggota DPRD Kabupaten Lahat Komisi IV beserta anggota di dampingi Kepala BPBD,Kepala Dinas PUPR atau yang mewakili,Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah atau yang mewakili,Camat Lahat Selatan dan para Kades dari 4 desa yang ada di sekitar tembok penahan irigasi Lematang II.
Ketua Komisi IV Anggota DPRD Kabupaten Lahat Arry dalam hal ini menekankan agar secepatnya ada tindakan tanggap darurat dari pemerintah Kabupaten Lahat.Di tambahkannya bahwa ada 1500 KK dan 360 hektar yang terkena imbas dari jebolnya tembok penahan irigasi tersebut dan selama 1 tahun ini masyarakat tidak dapat bercocok tanam.
“Kami harapkan ada tanggap darurat secepatnya dari pemerintah Kabupaten Lahat dan yang harus di dahulukan tanggul yang berukuran kurang lebih 20 m sehingga pengairan irigasi di 4 desa tersebut dapat lancar dan untuk masyarakat setempat agar membantu dalam proses pembangunan jangan mempersulitnya.”ujarnya
Kepala BPBD Ali Afandi menambahkan dalam rangka kunjungan anggota DPRD Kabupaten Lahat ini melakukan pendampingan dari wakil rakyat dalam menanggapi laporan dari masyarakat melalui Kepala Desa dan Camat Lahat Selatan adanya bencana kekeringan dari 4 desa yang ada di eilayahnya.
“Kami bersama anggota dewan akan bersama-sama melaporkan permasalahan ini ke Kepala Daerah untuk mengambil kebijakan sehingga bencana kekeringan di 4 desa tersebut dapat segera terselesaikan.”ucapnya
Camat Lahat Selatan Budi Utama menambahkan secara mayoritas penduduk yang ada di wilayah 4 desa yaitu desa Tanjung Payang,Nantal,Tanjung Tebat serta Banjar negara bermata pecaharian sebagai petani,ada 360 hektar sawah yang gagal panen karena jebolnya tanggul penahan irigasi Lematang II tersebut.
“Kami harapkan pemerintah daerah dapat segera melakukan tanggap darurat dengan adanya bencana kekeringan di 4 desa tersebut yang juga kekurangan sumber air bersih.”harapnya
Sementara Kepala Desa Banjar Negara Sulpiansyah mengungkapkan rasa terima kasihnya kepada anggota DPRD Kabupaten Lahat yang sudah meninjau dan menampung aspirasi masyarakat dari 4 desa dan apapun tindakan dari pemerintah terkait akan selalu mendukung.
“Semoga tanggap darurat untuk mengatasi kekeringan di 4 desa ini segera dapat di laksanakan dengan cepat sehingga masyarakat dapat bercocok tanam kembali dan tersedianya air bersih untuk kebutuhan sehari-hari.”ucap Kades Banjar Negara. (*) Rochmi
