DPRD Sumsel Minta Pemprov Percepat Vaksinasi untuk Guru

220 views

Wakil Ketua DPRD Sumsel Muchendi Mahzareki

PALEMBANG | Populinews.com – DPRD Sumsel menyarankan agar pemerintah provinsi segera melakukan percepatan pelaksanaan vaksinasi, terutama untuk para guru sekolah. Hal ini mengingat masa tahun ajaran baru akan segera tiba.

”Meski pemerintah, dalam hal ini Kementerian Pendidikan, belum mengizinkan sekolah tatap muka diberlakukan, setidaknya, semua guru sekolah sudah dalam kondisi aman karena sudah melakukan vaksinasi,” ujar Wakil Ketua DPRD Sumsel Muchendi Mahzareki, kepada wartawan di Palembang, Senin (17/5/2021), usai memimpin sidang paripurna membahas 9 Raperda yang diajukan Gubernur Sumsel.

Dikatakan Muchendi, DPRD akan terus mendorong Pemprov Sumsel agar melakukan percepatan program vaksininasi bagi para tenaga pendidik. Karena sampai saat ini program tersebut belum menyentuh seluruh sekolah. Begitu juga dengan tenaga kesehatan, program vaksinasi untuk tenaga medis ini juga belum merata dilakukan.

“Pemprov Sumsel kan sebagai perpanjangan tangan dari pusat sebagai penyalur vaksin. Nah, Pemkab dan Pemkot juga harus membantu percepatan pelaksanaan vaksinasi ini di daerahnya masing masing,” ujarnya.

Apalagi di tengah kondisi Pandemi Covid-19 yang kembali meningkat saat ini, Muchendi berharap Pemprov Sumsel fokus pada program vaksiniasi dan terus melakukan sosialisasi agar masyarakat tidak lalai dalam mematuhi protokol kesehatan dengan menerapkan 3M yakni memakai masker, menjaga jarak dan mencuci tangan.

Muchendi menambahkan, pihaknya berharap Pemprov Sumsel dan DPRD Provinsi Sumsel bersinergi. “Kita DPRD mendukung program Pemprov dengan visi Sumsel Maju Untuk Semua agar bisa dirasakan oleh masyarakat. Sumsel bisa menjadi lumbung pangan, infrastkruktur dan perekonomian pun menjadi semakin baik,” katanya.

Sementara itu, menurut catatan tim gugus tugas covis-19 Sumsel, hingga pekan kedua bulan Mei 2021, jumlah masyarakat yang sudah divaksin dosis ke-1 sebanyak : 120.853 orang (42,4%) sedangkan pada Vaksin dosis ke-2 sebanyak 98.088 orang (34,4%). Adapun masyarakat yang divaksin yakni dari kalangan tenaga kesehatan, petugas publik, dan lansia.

Untuk tenaga kesehatan, tercatat 14.780 orang telah divaksinasi dosis ke 1, dan 17.166 orang (116%) pada dosis ke-2.

Untuk petugas pelayanan publik, sasarannya 88.665 orang, yang sudah vaksinasi dosis ke-1 sebanyak 73.621 (83%) sedangkan pada dosis ke-2 sebanyak 58.901 orang (66%).

Sedangkan untuk para guru pendidik, sasaran 181.030 orang, yang sudah divaksinasi dosis ke-1 sebanyak 30.066 orang (16,5%) dan pada dosis ke-2 dengan sebanyak 25.545 orang (14%). Vaksinasi Covid-19 diberikan dua dosis dan penyutikannya dilakukan sebayak dua kali. Hal itu dilakukan untuk mencapai kekebalan kelompok atau herd immunity terhadap penyakit yang disebabkan virus SARS-coV-2 tersebut. (dm)

Penulis: Dahri Maulana

Bagikan :

Posting Terkait