Dalam Sepekan, Setiap RT Ada 5 Rumah yang Penghuninya Terpapar Covid-19

198 views

Sejumlah Personil kepolisian melakukan pendataan dalam program ‘Keroyok Kampung’ untuk mengatasi penyebaran covid-19 di Palembang. (f/ist)

** Evaluasi Keroyok Kampung Zona Merah di Palembang

PALEMBANG | Populinews.com — Pergerakan penularan Covid-19 di Palembang, belum menunjukkan penurunan. Berdasarkan evaluasi program ‘Keroyok Kampung’ yang digagas Kapolda Sumatera Selatan Irjen Pol. Prof. DR. Eko Indra Heri, ternyata di kota Pempek ini, dalam setiap RT ada 3-5 rumah yang penghuninya terpapar virus ini.

Hal ini terungkap dalam rapat evaluasi bersama tim penanganan Covid-19 Palembang, yang dimpimpin Kapolda Sum-Sel, Selasa (25/4/2021). Tampak hadir, Plt. Kepala Dinas Kesehatan, dr. Fauzia, M.Kes beserta jajarannya. Pertemuan berlangsung di Aula Cendrawasih Polrestabes Palembang. PAda forum ini juga dibahas rencana operasi Nusa II Penanganan Covid-19 di Wilayah Provinsi Sumsel.

Kapolda mengatakan berdasarkan data dari Dinas Kesehatan, hingga tanggal 25 Mei 2021 data COVID-19 Kota Palembang menunjukkan fakta yang masih mengkhawatirkan. Kasus konfirmasi aktif tercatat 727, konfirmasi kumulatif 12.153 (+80), kasus suspek 30.888 (+114), kasus probable 157 (+0), kontak erat 9.754 (+162), sembuh 10.878 (+56), dan meninggal 548 (+6).

Karena itu, jelas Kapolda, pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) masih perlu dilakukan dengan mempertimbangkan kriteria zonasi pengendalian wilayah hingga tingkat RT. Tentu saja dengan kriteria Zona Hijau bagi yang tidak ada kasus, Zona Kuning kasusnya 1-2 rumah.

Dalam program Keroyok zona merah, strategi Kapolda Sumsel bukan hanya menyalurkan bantuan berupa makanan, tapi sekaligus mengedukasi tiap warga dalam menghadapi COVID-19. Tujuannya adalah untuk meningkatkan ketaatan warga pada protokol kesehatan.

Program ini telah digesa sejak Senin (10/5/2021) malam. Diawali dengan mengumpulkan tokoh-tokoh agama dan para pengusaha di Kota Palembang. Sebelumnya, Kapolda juga sudha bertemu dengan para pemangku kepentingan di Kabupaten Ogan Komering Timur (OKI). ”Besok, saya akan ke Muara Enim dan Prabumulih untuk mengkoordinasikan para pemangku kepentingan di sana,” ujar Kapolda.

Gerak cepat ini, lanjut Kapolda Sumatera Selatan itu, bertujuan untuk menyatukan strategi penanganan Covid-19 di wilayah Sumsel. Ia menyadari, belakangan ini, khususnya menjelang libur Lebaran, mobilitas warga amat tinggi di hampir semua wilayah Sumsel. Hal tersebut berdampak langsung pada lonjakan warga yang terpapar Covid-19.

Khusus untuk Kota Palembang, Polda Sumatera Selatan mengerahkan 226 orang personel kepolisian untuk mendukung gerak cepat Kapolrestabes Kota Palembang. “Dukungan tersebut saya namakan Keroyok Zona Merah. Karena, COVID-19 ini adalah masalah serta tantangan kita bersama. Maka penanganannya pun harus dilakukan secara cepat dan secara bersama-sama,” tukasnya.

Langkah kongkret Keroyok Zona Merah tersebut diimplementasikan secara masif oleh Direktur Binmas Polda Sumsel Kombes Pol. Heru Trisasono dan Kapolrestabes Palembang Kombes Pol. Irvan Prawira Satyaputra.

Di lingkup Polrestabes Palembang Polsek Sukarami, misalnya. Tiap kali Bhabinkamtibmas Polsek tersebut menyalurkan bantuan langsung ke warga di dua kecamatan yang menjadi wilayahnya, yaitu Kecamatan Sukarami dan Kecamatan Alang-Alang Lebar, selalu dibarengi dengan edukasi.

“Kami bukan hanya menyalurkan bantuan berupa makanan, tapi sekaligus mengedukasi tiap warga dalam menghadapi COVID-19. Tujuannya adalah untuk meningkatkan ketaatan warga pada protokol kesehatan,” kata Kanitbinmas Iptu Nurudin.

Demikian pula di lingkup Polrestabes Palembang Polsek Gandus yang membawahi Kecamatan Gandus. “Kami mengedukasi warga untuk menaati protokol kesehatan, dengan cara mendatangi rumah warga secara door to door. Kepada tiap warga, kami berikan masker sekaligus mengingatkan mereka senantiasa mengenakan masker dan rajin mencuci tangan,” ungkap Aiptu Jumani, Babinkamtibmas Kelurahan Pulokerto, Kecamatan Gandus.

Apa yang sudah dan terus dilakukan di Polsek Sukarami dan Polsek Gandus tersebut, juga diimplementasikan di seluruh Polsek yang berada di wilayah Polda Sumatera Selatan. Gerakan Keroyok Zona Merah yang demikian, terus dimotivasi oleh Kapolda Sumatera Selatan Irjen Pol. Prof. DR. Eko Indra Heri, agar semakin hari semakin efektif.

Dalam konteks Keroyok Zona Merah tersebut, Kapolda Sumatera Selatan mengapresiasi dukungan Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru. “Setelah libur Lebaran, rencananya Sumatera Selatan akan menggunakan Wisma Atlet Jakabaring untuk menangani pasien Covid-19.

Dengan demikian, gerakan penanganan COVID-19 di Sumatera Selatan benar-benar masif dan diharapkan semakin efektif untuk memutus rantai penyebaran Covid-19,” papar Kapolda Sumatera Selatan, yang sebelumnya adalah mantan asisten SDM Kapolri. (dm)

Penulis : Dahri Maulana

Bagikan :

Posting Terkait