Vaksinasi ODGJ dan Difabel, Ratusan Sudah Disuntik, Ribuan Segera Menyusul

PALEMBANG | Populinews.com – Memasuki hari kedua sejak dicanangkan, program vaksinani bagi Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) dan penyandang disabilitas, sudah menyasar lebih dari 100 pasien. Meski baru dilakukan terhadap pasien di Rumah Sakit Jiwa (RSJ), program ini akan berlanjut menyasar ke ODGJ dan penyandang Difabel yang berada di pemukiman pendudukan perkampungan.
Pelaksana tugas (Plt) Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Kota Palembang Mirza Susanty mengatakan, sebelum penyuntikan vaksin, ODGJ akan menjalani pemeriksaan kesehatan sesuai dengan screening penyuntikan vaksin Covid-19 oleh petugas Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Ernaldi Bahar Palembang. Selanjutnya akan dibawa ke puskesmas setempat. Setelah itu, pasien ODGJ akan menjalani vaksinasi.
Untuk ODGJ, vaksinasi tahap awal baru menyasar pasien di RS Ernaldi Palembang yang mendapatkan alokasi vaksin sebanyak 80 ribu dosis. Kemudian dilanjutkan menyasar ODGJ di rumah-rumah. “Hingga saat ini, Palembang sudah menerima 300 ribu dosis lebih vaksin dan sudah terpakai 250 ribu dosis,” kata Mirza.
Sebagaimana diketahui program vaksiniasi bagi ODGJ dan penyandang disabilitas di Palembang dilaunching pada Selasa (15/6/2021) lalu, dipusatkan di Puskesmas Sukarami. Acara dibuka resmi oleh Kadis Kesehatan Sumsel, diwakili Kabid P2P Dinkes Provinsi Sumatera Selatan, Fery Yanuar. Kegiatan ini dihadiri Sekretaris Camat Sukarami, Kasi PTM Keswa Napza Kota Palembang, HIMSI, dan beberapa pejabat medis dari RSJ Ernaldi Bahar.
Secara teknis, selain di RSJ, pelaksanaan Vaksinasi Covid-19 tahap kedua dosis pertama bagi ODGJ dan penyandang disabilitas ini, digelar di sejumlah Puskesmas wilayah masing-masing pasien tinggal. Seperti Puskemas Kenten, Puskesmas Boom Baru, Puskesmas Pakjo, Puskesmas Sei Baung, Puskesmas Punti Kayu, Puskesmas Tegal Binangun, Puskesmas Kertapati, Puskesmas Sukarami, Puskesmas Padang Selasa, Puskesmas Keramasan, Puskesmas Kertapati, Puskesmas Taman Bacaan, Puskesmas Plaju, Puskesmas Kampus, Puskesmas.
Mirza mengatakan pihaknya masih memvalidasi data sasaran vaksin untuk dua kelompok tersebut, mengingat jumlahnya cukup banyak dan menyebar di 18 kecamatan.
Dikatakan, menurut data yang dihimpun, jumlah ODGJ dan Penyandang disbilitas di Palembang hampir 3.000 orang. Mereka semuanya akan disuntik vaksin Covid-19. Sedangkan jumlah penyandang disabilitas lebih dari 6.000 orang juga akan disuntik vaksin.
Sementara itu, Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Provinsi Sumsel Fery Yanuar mengatakan, ODGJ dan penyandang difabel termasuk golongan rentan yang terpapar Covid-19 setelah lansia.
Menurut Fery, vaksinasi untuk ODGJ tidak hanya berlangsung di Palembang. Namun, 17 kabupaten dan kota di Sumatera Selatan juga akan melakukan penyuntikan vaksin Covid-19 untuk golongan tersebut.
“Sejauh ini kita mengupayakan vaksinasi terhadap masyarakat rentan pralansia mulai dari umur 50 tahun. Lalu masyarakat difabel dan ODGJ di 17 kabupaten/kota kemarin secara serentak,” ujar Fery.
Update 16 Juni
Sementara itu Dinas Kesehatan Palembang juga memaparkan Update data Vaksinasi per 16 Juni 2021. Jumlah masyarakat yang sudah divaksin dosis pertama sebanyak 145.038 orang (50,9%). Sedangkan dosis kedua sebanyak 111.043 orang (39%)
Adapun masyarakat yang divaksin yakni dari kalangan tenaga kesehatan, petugas publik, dan lansia. Merekan adalah sasaran pada program vaksinasi tahap kedua.
Sasaran tenaga kesehatan sejumlah 14.780 orang tenaga kesehatan (Nakes) telah divaksinasi dosis pertama sebanyak 17.480 orang, atau 118% dari sasaran yang sudah divaksinasi. Sedangkan dosis kedua sebanyak 14.735 orang (99 %).
Untuk golongan pelayan publik dengan sasaran sejumlah 88.665, yang sudah divaksinasi dosis pertama sebanyak 95.748 (104%). Sedangkan dosis kedua sejumlah 68.123 orang (76%)
Khusus sasaran lansia dengan target 181.030 orang, yang sudah divaksinasi dosis pertama sebanyak 31.810 orang (17,5%). Sedangkan dosis kedua sebanyak 28.185 orang (15,5%).
Sebagaimana diketahui vaksinasi Covid-19 diberikan dua dosis dan penyutikannya dilakukan sebayak dua kali. Hal itu dilakukan untuk mencapai kekebalan kelompok atau herd immunity terhadap penyakit yang disebabkan virus SARS-coV-2 tersebut. (dm)
Penulis : dahri Maulana

