Target Akhir Agustus, 16.000 Nakes di Palembang Sudah Divaksin Booster Ke-III

PALEMBANG | Populinews.com — Pemerintah Kota Palembang, melalui Dinas Kesehatan, sudah menyebarkan vaksin dengan platfrom Moderna sebanyak 1.160 vial atau 16.240 dosis, kepada seluruh Rumah Sakit dan Pusat-pusat pelayanan kesehatan masyarakat. Ditargetkan hingga akhir Agustus, semua tenaga kesehatan (Nakes), baik yang melayani vaksinasi (Vaksinator) mau pun tenaga adminitrasi, sudah menjalani vaksinasi booster ke-III.
”Pademi ini belum usai, kita masih dihadapkan pada tingginya penularan Covid-19. Karena itu tenaga kesehatan adalah harapan yang berdiri di garda terdepan dalam penanganan pendemi ini, untuk memberikan perlindungan kepada masyarakat,” ujar Plt. Kepala Dinas Kesehatan Kota Palembang, dr Fauziah, Jumat (20/8/2021).
Vaksinasi dosis III untuk seluruh tenaga kesehatan ini sesuai dengan ketentuan dari kementerian kesehatan. Hal ini terulis dalam surat edaran HK.02.01/I/1919/2021. Moderna ini dikhususkan untuk sekitar 16.000 nakes. Sudah ada 12.500 nakes yang divaksin pertama dan kedua. Vaksin booster ini sebagai bentuk pencegahan dampak buruk dari Covid-19.
“Semua Nakes di Rumah Sakit sudah melaksanakan vaksiniasi booster ke-III secara bertahap, sejak awal Agustus lalu. Ini sesuai dengan surat edaran yang diberikan oleh kementrian kesehatan,” ujar Fauziah menambahkan.
Dikatakan proses vaksinasi dosis ke-tiga ini ditargetkan selesai akhir Agustus, disesuaikan dengan usia ketahanan vaksin Moderna. Berbeda dengan Sinovac, Moderna memiliki ketahanan di kulkas penyimpanan vaksin, pada suhu -25 s/d 15 derajat celcius selama 3 bulan. Sedangkan kulkas yang dimiliki hanya 2-8 derajat sehingga Moderna hanya bertahan 2/8 hari.
Menurutnya booster vaksin ini dikhususkan bagi tenaga kesehatan atau nakes, yang dibuktikan dengan fakta integritas dan telah melakukan vaksinasi tahap ke 1 dan 2 Sinovac minimal 3 bulan setelahnya. Maisng-masing Nakes diminta mendaftar melalui google form dengan link http://bit.ly/vaksinasiboosteruntuknakes.
“Kita upayakan untuk mempercepat pelaksanaan vaksin massal ini dengan dibantu oleh nakes di puskesmas dan di fasilitas kesehatan (faskes) yang tidak melakukan proses vaksinasi tahap 1 dan 2,” ujar Fauziah.
Fauziah menambahkan, pada pertengahan Agustus lalu juga datang vaksin yang cukup banyak dengan prioritas khusus dosis kedua dan ibu hamil. “Pada Minggu ke empat Juli dan awal Agustus sudah masuk tapi jumlahnya terbatas,” demikian Fauziah. (dm)
Penulis : Dahri Maulana

