Disdik Palembang dan Satgas Covid Terus Evaliasi PTM di Sekolah

239 views

Pelaksanaan PTM di SMP Negeri 7 Palembang. (f/ist)

PALEMBANG | Populinews.com — Dinas Pendidikan Kota Palembang bersama Satgas Covid-19 dan tim pengawas terus mengevaluasi sekolah-sekolah yang telah melaksanakan PTM sejak 7 September lalu. Evaluasi fokus pada teknis penerapan protokol kesehatan, apakah sudah sesuai dengan standar 5M yang telah ditetapkan pemerintah.

”Evaluasi ini penting dilakukan agar pelaksanaan PTM tidak beresiko bagi para murid dan guru. Jika sekolah yang telah diberikan izin PTM ini sudah melaksanakan Prokes dengan baik, kemungkin jumlah sekolah yang boleh melaksakan PTM juga akan ditambah,” ujar Kepala Dinas Pendidikan Kota Palembang, Ahmad Zulinto, Kamis (9/9/2021).
.
Zulinto melanjutkan, saat ini pihaknya sedang mempersiapkan PTM untuk tingkat SMP yang belum mendapat izin. Terutama untuk SMP Negeri, paling lambat tanggal 13 September nanti, semuanya sudah bisa melaksanakan PTM.

“Untuk SMP Negeri ditargetkan 100 persen tatap muka. Sedangkan Untuk swasta masih diberikan kesempatan untuk mengajukan, dan akan kita verifikasi. Kalau memang sudah siap akan kita setujui. Jadi tidak serta merta kita setujui, kita tetap memperketat protokol kesehatan yang harus dipatuhi,” kata Zulinto.

Demikian pula PTM untuk tingkat SD Negeri, dalam waktu dekat akan ada penambahan lagi. Masing-masing Tiga SD negeri, dan dua SD swasta. ”Tapi kita lihat dulu, kalau sekolah tersebut keberatan akan kita tawarkan kebijakan,” katanya.

Masih ada Kerumunan

Lebih jauh Zulinto menjelaskan, meski berdasarkan hasil evaluasi dan angket di lapangan pelaksanan PTM sudah berjalan baik, Namun masih ada sekolah yang belum tegas memperhatikan protokol kesehatan di lingkungan sekolahnya. Masih terjadi kerumunan, terutama ketika murid yang masuk sesi pertama, hendak pulang dijemput keluarganya.

”Kami sedang mengevaluasi, mungkin ada metode baru secara teknis. Karena ada beberapa sekolah yang belum maksimal soal prokes ini. Seperti teknis antar jemput siswa yang masih ada kerumunan,” ujar Zulinto menambahkan.

Untuk itu, ke depan menurutnya, jarak sesi pertama dan kedua itu diberi jarak 1 jam, sehingga antara penjemputan dan pengantaran siswa itu sering terjadi kerumunan.

“Karena wali murid yang saking antusiasnya sebelum jam pulang anaknya sudah jemput, seperti di Muhammadiyah mobil menumpuk dan terjadi kerumunan. Nah ke depan Satgas sekolahnya perlu diberitahu. Sebetulnya anak itu menunggu di dalam, sehingga tidak ada pertemuan antara siswa pulang dan siswa yang baru datang.

Ia mencontohkan di SD Negeri 138, di mana orangtua siswa membawa papan nama anak yang akan dijemput. Persis seperti di bandara, ketika sopir ingin menjemput penumpang pesanan seseorang.

“Kami sangat mengapresiasi sekolah tersebut. Ini bisa mengantisipasi kerumunan. Kami berharap bisa ditiru oleh sekolah lainnya,” ujar Zulinto.

Dikatakan jika masih ada sekolah yang PTM nya maish mengabaikan Prokes, atau tidak sesuai dengan standar maka akan disanksi, yakni ditutup lagi sekolahnya. ”Jadi, sistem buka tutup masih kita lakukan, demi terlaksananya PTM yang sesuai harapan,” Tutup Zulinto. (dm)

Penulis : Dahri Maulana

Bagikan :

Posting Terkait