PALEMBANG | Populinews.com — Pertemuan Direksi PT Sriwijaya Mandiri Sumsel (PT. Srimas) dengan Pasus III DPRD Sumsel, Kamis (9/4/2026), berlangsung cukup serius. Ada banyak hal yang menjadi sorotan terhadap kinerja salah satu BMUD milik Pemprov Sumsel ini. Salah satunya mengenai akuntabilitas tata kelola perusahaan dan efektifitas program unit usaha yang dibuat.

Rapat yang berlangsung di ruang rapat komisi III DPRD Sumsel, dihadiri pimpinan dan sejumlah angggota Pansus serta tim manajemen PT Srimas dan beberapa pejabat OPD terkait. Rapat bersama mitra kerja ini juga dalam rangka kajian mendalam terhadap Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Gubernur Sumatera Selatan Tahun Anggaran 2025.

Kajian LKPJ ini sendiri merupakan agenda rutin tahunan DPRD sebagai bentuk fungsi pengawasan terhadap jalannya pemerintahan daerah, guna memastikan setiap program dan kebijakan berjalan sesuai dengan target yang telah ditetapkan.

Pimpinan rapat Pansus III DPRD Sumsel, Sri Mulyani SE, M.Si, dalam kesempatan tersebut menegaskan pentingnya transparansi dan akuntabilitas dari setiap mitra kerja pemerintah, termasuk PT Srimas, dalam menjalankan tugas dan fungsinya. Hal ini bertujuan agar kontribusi terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) dapat terus dioptimalkan.

Dalam sesi diskusi, beberapa saran dan masukan juga disampaikan oleh beberapa anggota Pansus, yang menginginkan agar PT Srimas dapat meningkatkan kintribusinya terhadap penerimaan daerah, dengan mengembangkan unit usaha yang telah diprogramkan secara maksimal.

‘Efektivitas program serta penyusunan strategi usaha, sangat penting diperhitungkan dan dianalisasi secara mendalam dari awal. Termasuk soal pengelolaan aset, sehingga kita dapat mengukur seberapa besar peluang memperoleh keuntungan serta resiko yang bakal dihadapi,” ujar salah satu anggota Pansus.

Sebagaimana diketahui, PT Srimas didirikan pada tahun 2017. BUMD ini dibentuk berdasarkan SK Gubernur Nomor 446/KPTS/IV/2017, dengan fokus sebagai pengelola Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Tanjung Api-Api dan infrastruktur pendukungnya. Seperti Jasa Bongkar, Sewa Peti Kemas, Jasa Angkutan Kereta Api. Bahkan belakangan ekspansi juga ke bidang usaha pengelolaa limbah B3 industri dan limbah medis.

Hanya saja KEK Tanjung Api-api sampai sekarang belum tuntas pembangunannya, sehingga program usaha yang terkait dengan hal itu, belum bisa maksimal dijalankan. Kecuali jasa angkutan kereta api untuk batubara, dan sewa kontainer.

Sebagai alternatif PT Srimas saat ini fokus pada bisnis pengelolaan limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3), logistik, serta pengembangan infrastruktur di Sumatera Selatan. Namun demikian PT Srimas juga terus ikut mendorong agar pembangunan Kawasan Ekonomi Khusus bisa terwujud dalam waktu dekat

PT Sriwijaya Mandiri Sumsel juga terus mengembangkan sayapnya dengan meningkatkan kapasitas logistik dan pengelolaan lingkungan di Sumatera Selatan. Perusahaan saat ini tengah mengembangkan pabrik untuk pengolahan sampah dan limbah B3 lanjutan.

Mengenai capaian kinerja hingga akhir 2025, salah seorang Perwakilan PT Srimas memaparkan hingga awal 2026, detail laporan tahunan lengkap mengenai capaian kinerja tersebut belum dirilis secara publik dalam satu dokumen komprehensif. Namun, berdasarkan aktivitas perusahaan telah dilakukan beberapa langkah strategis.

PT Srimas juga menyambut baik saran dan masukan yang diberikan Pansus III DPRD Sumsel, terkait akuntabilitas dan tata kelola program perusahaan, yang semuanya akan diakomodir dalam penyusunan rencana kerja 2026. (adv/hms)

Bagikan :