Pembangunan Pelabuhan Samudra Teluk Buton-Natuna Ditawarkan ke Investor Jepang

135 views

Populinews Natuna- Pembangunan Pelabuhan Samudra (pelabuhan terpadu) di teluk Buton Kabupaten Natuna ditawarkan kepada  investor Jepang. Duta Besar (Dubes) KBRI Tokyo, Heri Akhmadi mengaku mendukung rencana ini.

Rencana pembangunan pelabuiha Samudera Teluk Buton ini  dibahas dalam rapat vitkot yang diikuti Bupati Natuna Wan Siswandi di ruang rapat vitkon Bukit Arai, Sedangkan Wakil Bupati Natuna Rodial Huda  bersama Gubernur Kepri Ansar Ahmad hadir  dalam rapat terbatas (Ratas) secara zoom meeting bersama Duta Besar (Dubes) KBRI Tokyo, Heri Akhmadi di Runag Rapat kantor Gubernur kereri di Dompak Tanjungpinang, Selasa (14/9)

Pelabuhan ini rencana akan dibangun diatas tanah seluas 1,7 hektar yang saat ini lokasinya telah dibebaskan oleh pemerintah kabupaten Natuna sejak beberapa waktu lalu. dan bisa diperluas dengan melakukan pembebasan tanah masyarakat disekitarnya jika dibutuhkan.

Pelabuhan Samudera ini diprediski  mamapu menjadi pelabuhan terpadu yang multifungsi, selain menjadi pelabuhan perikanan dan logistik, juga menjadi pelabuhan yang bisa mendukung pertahanan dan keamanan negara NKRI.

Ansar Ahmad  selaku gubernur Kepri memaparkan, di Natuna sudah ada pelabuhan terpadu di Selat Lampa yang saat ini sudah beroperasi sebagai pelabuhan logistik dan perikanan. tetapi pengembangan pelabuhan Selat Lampa ini terkendala  jalur  jalan yang terjal dan lokasi yang berbukit dan kawasan hutan lindung. Sehinga kurang bisa dimanfaatkam secara maksimal oleh masyarakat untuk pelabuhan perikanan dan logistik.

“Kita membutuhkan dukungan dari Pak Dubes terkait rencana pembangunan Pelabuhan Samudera ini. Kepada Menteri Perhubungan juga sudah kita bahas, dan apa yang menjadi tanggungjawab kami di Pemerintah Daerah sudah kami lakukan,”  Jelas Ansar Ahmad

Saat ini menyiapkan lahan seluas 1,7 hektar sudah tuntas dan sudah menyediakan anggaran untuk study kelayakan sebesar Rp2,5 miliar oleh Pemerintah Provinsi Kepri bersama Pemkab Natuna. Adapun biaya pembangunan pelabuhan diusulkan kepada Menteri Perhubungan RI sebesar Rp 200 miliar.

Bupati Natuna Wan Siswandi menyatakan sudah saat ini kondisi lahnnya  sangat siap, untuk itu Wan Siswandi berharap agar apa-apa yang diprogramkan terkait pembangunan infrastruktur di Natuna, termasuk pelabuhan Samudera di Teluk Buton bisa segera direalisasikan

Sementara itu, Dubes KBRI di Tokyo, Heri Akhmadi menyambut baik rencana itu. Namun dia menegaskan jika posisi KBRI hanya sebagai perwakilan yang hanya menjalankan kebijakan, dan bukan pengambil kebijakan.

“Karena saya hanya menjalankan kebijakan, maka saya akan menyampaikan hal ini kepada yang mengambil kebijakan. Kita juga akan tawarkan segala potensi yang ada di Natuna kepada pengusaha Jepang intuk investasi di Natuna,” katanya.

Heri juga mengaku sudah berdiskusi dengan Menko Marves, Menhan dan Menteri KKP terkait rencana pengembangan pelabuhan terpadu di Natuna. Dan semuanya diakui mendukungnya. Bahkan hal ini nantinya akan menjadi salah satu benteng pertahanan masyarakat melalui program penguatan ekonomi.

Gubernur Kepri Ansar Ahmad pimpin Rapat vitkon pembangunan pelabuhan Samudra Terpadu Teluk Buton Natuna

Hal ini juga, lanjut Heri sudah sempat dibicarakan juga dengan JICA (Japan International Cooperation Agency), yakni sebuah lembaga kerjasama pemerintahan Jepang. Dan pihak JICA diakui Heri membuka lampu hijau untuk andil dalam proyek di Natuna tersebut.

Kita sudah sempat membuka pembicaraan dan JICA membuka pintu untuk hal tersebut. Kita juga mau agar pelabuhan terpadu di Natuna ini memiliki value yang bisa menjadikan Natuna sebagai pusat perikanan internasional kedepannya,” ujar Heri.

Bahkan JICA sendiri ditegaskan Heri telah ikut andil dalam pembangunan pulau-pulau terluar yang ada di Indonesia sebagai upaya pemakmuran ekonomi dan keterisoliran di Indonesia.(red)

 

Bagikan :

Posting Terkait