Dinas Kesehatan Kab. Bandung Sosialisasi Pencegahan Stunting
KAB.BANDUNG | Populinews — DinKes Kab.Bandung bersama sebuah perusahaan persero (PT.GEO DIPA ENERGI) mengadakan sosialisasi pencegahan Stunting di GOR Desa SugihMukti, Kec.Pasir Jambu, Kab.Bandung, Kamis (7/7/2022).
Stunting yaitu kondisi gagal tumbuh pada anak balita (bayi di bawah 5 tahun) akibat dari kekurangan gizi kronis sehingga anak terlalu pendek untuk usianya. Kekurangan gizi terjadi sejak bayi dalam kandungan pada masa awal setelah bayi lahir akan tetapi, kondisi stunting baru nampak setelah bayi berusia 2 tahun.
General Manager PT.GEO DIPA ENERGI (Persero) unit Patuha 1, Ilen Kardani, Sosialisasi Stunting ini merupakan rangkaian HUT Ke 20 persero tsb.
Selain acara sosialisasi stunting tsb juga penyaluran hewan qurban yang rutin dilakukan tiap Hari Raya Iedul Adha.
“Kami mengundang warga sekitar Pasir Jambu, khususnya ibu-ibu hamil, yang memiliki Balita serta para Kader Pos Yandu, hal ini bertujuan membantu pemerintah dalam menekan kasus stunting,” kata Ilen Kardani.
“Harapan ke depannya, tidak ada lagi kasus stunting karena menghambat generasi penerus yang berkualitas” sambungnya lagi.
Bersamaan waktu, Kepala Bidang Promosi kesehatan Dinas Kesehatan Kab.Bandung, Kamal Nurdin menyatakan Kasus Stunting di Kab.Bandung saat ini telah mengalami penurunan kasus, dari semula sekitar 9,24 menjadi 8,3, atau jika dijumlahkan ada sekitar 18 ribuan kasus, karena jumlah bayi di Kab.Bandung mencapai 320.000 bayi,” Kamal Nurdin. Beliau juga berharap tahun 2025, Kab.Bandung bisa bebas dari kasus Stunting.
Untuk itu, diharapkan ibu-ibu yang memiliki bayi, memperhatikan dan memberikan Asi sampai dengan usia bayi 2 tahun atau ASI Eklusif. Demikian himbauan kamal Nurdin menutup kalimat. (rahmat)

