WONOSOBO | Populinews.com – Untuk pertama kalinya, Bank Wonosobo menyalurkan program Corporate Social Responsibility (CSR) dalam bentuk Rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH), Rabu (8/10/25). Program ini menjadi wujud nyata kepedulian perusahaan terhadap kesejahteraan masyarakat Wonosobo.

Direktur Utama Bank Wonosobo, Galih Pambajeng, mengungkapkan bahwa program RTLH ini merupakan langkah awal dari serangkaian kegiatan CSR yang akan terus dilanjutkan seiring peningkatan kinerja bisnis dan profit perusahaan.

“Ini program pertama, kali pertama Bang Wonosobo itu CSR disalurkan dalam bentuk RTLH. Semakin banyak berkembang bisnis kami dan tentunya profitnya semakin tinggi karena CSR kan hitungannya dari profit. Otomatis nanti kami tahun depan akan menyelenggarakan hal serupa,” ujarnya.

Galih menjelaskan, pada tahun ini Bank Wonosobo menyalurkan bantuan RTLH untuk dua rumah. Namun, alokasi CSR tidak hanya difokuskan pada perbaikan rumah tidak layak huni, melainkan juga mencakup berbagai bidang sosial lainnya.

“Alokasi CSR tidak hanya ke RTLH, tapi juga untuk peningkatan edukasi literasi dan santunan yatim piatu. Jadi kami ada program-programnya, tidak fokus ke RTLH saja,” jelasnya.

Lebih lanjut, Galih mengajak seluruh masyarakat Wonosobo untuk ikut berpartisipasi dalam memperkuat perekonomian daerah dengan menjadi nasabah Bang Wonosobo.

“Slogan kami kan Bank Wonosobo, Bank e wong Wonosobo. Kami ini BPR satu-satunya yang dimiliki Pemda 100 persen. Maka wajib bagi masyarakat Wonosobo untuk menjadi bagian dari nasabah kami karena hasilnya juga langsung bisa dinikmati masyarakat,” katanya.

Dari sisi bisnis, Bank Wonosobo memiliki fokus utama pada penghimpunan dana masyarakat dan penyalurannya melalui berbagai produk kredit, seperti kredit UMKM, kredit potong gaji, serta penyaluran dana desa dan gaji P3K yang dipercayakan oleh Pemerintah Daerah.

“Proporsionalnya 50 persen dari aparatur desa dan P3K, 50 persen dari UMKM,” terang Galih.

Sementara itu, bantuan RTLH senilai Rp25 juta akan disalurkan melalui pembukaan rekening atas nama penerima bantuan, Pak Derun, dan penggunaannya akan dimonitor langsung bersama pemerintah desa.

“Kami akan membuka rekening atas nama Pak Derun. Nanti kita akan monitoring dan evaluasi bersama Kepala Desa Sendangsari, Pak Wondo, agar sesuai dengan peruntukannya,” jelasnya.

Untuk penentuan penerima bantuan, Bank Wonosobo berkolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten Wonosobo dan PKKW di Dinas Sosial PMD, guna memastikan penyaluran tepat sasaran.

“Kita kolaborasi antara PKKW dan Pemerintah Kabupaten. Jadi database penerima berasal dari PKKW,” tutupnya. (sya)

Bagikan :