PALEMBANG | Populinews.com – Ketua DPRD Provinsi Sumatera Selatan, Andie Dinialdie, SE., MM, menghadiri serah terima lahan dan Launching Proyek Strategis Nasional (PSN) Pelabuhan Baru Palembang di Tanjung Carat, Kabuoaten Banyuasin, yang digelar di Griya Agung, Kamis (9/4/2026) pagi.

Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian percepatan pembangunan pelabuhan yang diproyeksikan menjadi gerbang utama ekspor dan distribusi komoditas unggulan di Sumatera Selatan.

Turut hadir dalam agenda tersebut Menteri Perhubungan RI Dudy Purwagandhi, Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala BPN RI Nusron Wahid, Kepala Staf Presiden Muhammad Qodari, serta Wakil Menteri Investasi dan Hilirisasi RI/Wakil Kepala BKPM Todotua Pasaribu.

Kehadiran Ketua DPRD Sumsel menegaskan komitmen legislatif dalam mendukung percepatan infrastruktur strategis ini agar tidak mangkrak dan segera memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat. ‘

”Pelabuhan ini diharapkan menjadi solusi logistik untuk mengatasi keterbatasan kapasitas pelabuhan yang ada saat ini di Palembang. DPRD Sumsel menegaskan bahwa Tanjung Carat adalah aset masa depan yang tidak boleh mangkrak,” ujarnya.

Sementara itu Gubernur Sumsel, Dr. H. Herman Deru, menegaskan komitmennya menghadirkan pelabuhan samudera di Sumsel pada 2028 atau paling lambat 2029.

Herman Deru menyebut pembangunan pelabuhan ini merupakan cita-cita panjang yang telah dirintis sejak puluhan tahun lalu oleh para gubernur terdahulu. Setidaknya, sudah delapan periode kepemimpinan yang meninggalkan jejak dalam upaya menghadirkan pelabuhan samudera di Sumsel.

“Kalau ditarik ke belakang, ini sudah lebih dari 40 tahun diperjuangkan. Dari yang tadinya baru tanda-tanda atau ‘hilal’, hari ini menjadi kenyataan dengan dimulainya project launching,” ujar Herman Deru.

Ia menjelaskan, keberadaan pelabuhan samudera sangat krusial bagi Sumsel sebagai daerah kaya sumber daya alam seperti batu bara, karet, dan kopi. Selama ini, keterbatasan pelabuhan membuat distribusi komoditas harus melalui provinsi lain, sehingga meningkatkan biaya logistik dan melemahkan daya saing daerah.

Selain itu, kondisi Sungai Musi yang mengalami pendangkalan hingga sekitar enam meter juga menjadi kendala serius. Kapal besar tidak dapat beroperasi optimal di Pelabuhan Boom Baru yang berada di tengah kota, sehingga aktivitas ekspor-impor menjadi kurang efisien.

“Ini bukan hanya soal niaga, tetapi juga kemanusiaan. Kemacetan dan kecelakaan di dalam kota juga menjadi dampak dari aktivitas pelabuhan yang tidak lagi memadai,” tambahnya.

Herman Deru optimistis, dengan dukungan penuh pemerintah pusat, pembangunan pelabuhan baru di Tanjung Carat akan menjadi solusi strategis. Ia menargetkan pelabuhan tersebut sudah dapat beroperasi pada 2028 atau paling lambat 2029, sekaligus menggantikan peran Pelabuhan Boom Baru.

Sementara itu, Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menyatakan Sumatera Selatan merupakan simpul penting ekonomi nasional yang membutuhkan sistem logistik kuat dan terintegrasi. Ia menegaskan pembangunan pelabuhan ini menjadi bagian dari agenda besar peningkatan efisiensi logistik nasional.

“Pembangunan Pelabuhan Palembang Baru di Tanjung Carat merupakan langkah strategis untuk menjawab keterbatasan teknis dan operasional pelabuhan saat ini,” ujarnya. (adv/hms)

Bagikan :