Bunda PAUD Lahat Buka Bimtek Transisi PAUD-SD, Dorong Pembelajaran yang Menyenangkan
LAHAT | Populinews.com – Pemerintah Kabupaten Lahat melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan menggelar kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Transisi PAUD-SD dengan tema “Membangun Jembatan Menuju Masa Depan yang Ceria dan Menyenangkan.
Kegiatan tersebut secara resmi dibuka oleh Bunda PAUD Kabupaten Lahat, Ir. Sri Meliyana Bursah, pada Senin (10/8/2026), bertempat di Aula Hotel Cendrawasi, Kabupaten Lahat.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Lahat H. Niel Aldrin.SE.M.AP, para kepala bidang, Ketua DWP, narasumber dari Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Sumatera Selatan Dr. Dian Ekawati.M.Pd, Pengawas SD Indra Gandi.M.Pd, para seluruh peserta Bimtek dan tamu undangan lainnya.
Dalam laporannya, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Lahat H. Niel Aldrin.SE, M.AP. menyampaikan bahwa kegiatan sosialisasi Transisi PAUD-SD bertujuan membekali satuan pendidikan mengenai pentingnya proses transisi dari PAUD ke SD.
Selain itu, kegiatan ini juga bertujuan menyamakan pemahaman mengenai proses pembelajaran pada jenjang PAUD dan SD, sekaligus membekali satuan pendidikan agar mampu menerapkan pembelajaran yang berfokus pada enam aspek kemampuan fondasi anak.
“Enam aspek kemampuan fondasi tersebut meliputi kemampuan kognitif, bahasa, motorik, sosial, seni, dan kemampuan berinteraksi dengan lingkungan.” jelasnya.
Sementara itu, Bunda PAUD Kabupaten Lahat Ir. Sri Meliyana Bursah dalam arahannya mengaku bahagia dapat hadir dalam forum tersebut. Ia mengatakan, perhatian terhadap pendidikan anak usia dini masih menghadapi berbagai tantangan sejak dirinya berada di Komisi X DPR RI sekitar 12 tahun lalu.
“Saya bahagia berada di forum ini. Ketika saya di Komisi X DPR RI sekitar 12 tahun yang lalu, kondisi PAUD kita sangat memprihatinkan. Di Komisi X, persoalan PAUD saat itu masih sebatas imbauan dan janji.” ujarnya.
Menurut Sri Meliyana, pendidikan anak usia dini seharusnya menjadi ruang yang memberikan kebahagiaan dan pengalaman belajar yang menyenangkan bagi anak. Namun, dalam praktiknya masih ditemukan pembelajaran yang justru memberikan tekanan psikologis dan membosankan bagi anak. (lh/kom)
