Tumpukan sampah berserak di sepanjang bahu jalan Pangkalan Benteng, pada ruas perumahan Handayani, dibersihkan warga melalui kegiatan gotong royong, Minggu, (19/07/2020) pagi. (f/dahri maulana)

** Camat, Lurah dan Ratusan Warga Handayani Goro di Sepanjang Jalan Pangkalan Benteng

BANYUASIN | Populinews.com — Ratusan warga komplek Perumahan Handayani dan Handayani Baru, Kelurahan Sukajadi, Kecamatan Talang Kelapa, Banyuasin, Minggu (19/07/2020), berjibaku sejak pagi membersihkan sampah yang menumpuk dan meresahkan di sejumlah titik bahu jalan sepanjang jalan Pangkalan Benteng.

Dengan menggunakan peralatan cangkul, arit, skop, garpu, dan benda tajam lainnya, sampah-sampah diangkut ke atas dua truk sampah yang disediakan, untuk kemudian dibawa ke TPA Sukawinantan. Sebagian sampah yang sudah kering langsung dibakar.

Tumpukan sampah dicangkul untuk dinaikkan ke atas truk. (f/hilal)

Gotong Royong (Goro) ini, merupakan inisiatif Ketua RW 15 Sukajadi bersama seluruh Ketua RT di Komplek Perumahan Handayani dan Handayani Baru. Pasalnya, tumpukan sampah tersebut sudah sangat menganggu kenyamanan dan dikhawatirkan akan terus bertambah jika tak segera diatasi.  Tumpukan paling besar terlihat di dua titik ruas jalan, yakni Dekat komplek Handayani dan kawasan Tingkungan depan Perumahan Handayani Baru

Tanpa seremoni apapun, kegiatan ini dihadiri Camat Talang Kelapa Arifin Nasution dan Sekcam, Lurah Sukajadi, Ketua RW 15, Drs. Ganepo M.Si, para Ketua RT, pengurus Mesjid Al Mukhlisin Handayani, serta ratusan pemuda dan orang dewasa.

Truk sampah yang dikerahkan untuk membawa sampah ke TPA. (f/hilal)

Camat Talang Kelapa Arifin Nasution kepada awak media, menyatakan sangat mendukung kegiatan Goro ini. Selain memupuk kebersamaan kegiatan ini sejalan dengan program Pemerintah Kabupaten Banyuasin, dalam menciptakan lingkungan masyarakat yang bersih dan sehat.

”Masalah sampah ini, memang menjadi problema kita bersama di kecamatan Talang Kelapa. Tidak saja di pemukiman perumahan di Sukajadi, tapi juga di sejumlah perumahan lainnya. Karena itu kita sedang memikirkan untuk mencari lokasi lahan yang tepat untuk pembuangan akhir. Menyediakan sarana angkut seperti motor roda tiga (Kaisar) dan sistem pengelolaannya. Sehingga sampah produksi rumah tangga disini bisa diangkut,” ujarnya.

Camat Talang Kelapa Banyuasin, Arifin Nasution. (f/hilal)

Arifin Nasution juga berharap agar semua warga memiliki kesadaran untuk merubah kebiasaan membuang sampah sembarangan. Apalagi dibuang di pinggir jalan umum. Selain merusak lingkungan, perbuatan seperti itu sangat tidak beretika dan sampah yang dibuang bisa menjadi sumber penyakit bagi orang yang melintas.

Selain itu, Camat Talang Kelapa ini juga berharap agar setiap pengembang perumahan menyediakan fasilitas umum (fasum) yang salah satunya adalah tempat pengumpulan sampah warga yang bermukim. Bahkan ke depan camat menegaskan akan mengawasi setiap siteplant perizinan pembangunan perumahan baru, apakah sudah memasukkan fasum tempat sampah atau tidak.

”Jika di komplek perumahan itu, sudah terlanjur tidak ada tempat penampungan sampah, tidak ada salahnya juga warga perumahan tersebut berswadaya dan berpatungan membuat tempat penampungan di area fasum. Jangan sampai sampah rumah tangga itu dibuang di jalan seperti ini,” tambahnya.

Lurah Sukajadi Haliman Tori, SAg yang didampingi Ketua RW.15 Drs. Ganepo M.Si

Sementara itu Lurah Sukajadi, Haliman Tori SAg, didampingi Sekretaris Camat Talang Kelapa, Jupri, juga mengatakan sampah rumah tangga memang menjadi problema sejak di kelurahan Sukajadi banyak muncul perumahan baru. Di sisi lain, sampai saat ini memang belum ada lokasi penampungan transit serta Tempat Pembuangan Akhir (TPA).  ”Kita agak kesulitan mencari lokasi yang tepat,” ujarnya.

Karena itu, sembari mencari solusi membangun tempat transit sampah, jelas Haliman, kita harus membudayakan kegiatan gotong royong membersihkan lingkungan. Selain itu, diperlukan juga kesandaran mandiri agar membuang sampah dengan cara menimbun atau membakarnya di sekitar rumah masing-masing. ”Yah, seperti kegiatan kita hari ini. Sangat bagus dan bermanfaat dalam upaya menyehatkan lingkungan bersama, tapi jangan ada lagi yang membuang sampah di pinggir jalan” ujarnya.

Haliman juga mengatakan pihak kelurahan beberapa waktu lalu juga telah mengajukan usul kepada Pemkab Banyuasin melalui Kecamatan, agar di kelurahan Sukajadi ini ada penambahan alat angkut sampah berupa motor kaesar, minimal tiga unit. Sehingga masyarakat di perumahan dapat memanfaatkannya dengan cara membayar petugas sampah tersebut secara bulanan.

Sampah kering langsung dibakar (f/hilal)

”Selain itu, kita juga sudah mengimbau pengembang yang membangun perumahan untuk menyediakan tempat transit sampah, sekaligus mengusulkan ke Pemkab melalui Dinas Kebersihan dan Lingkungan Hidup, supaya membantu mobil sampah untuk datang setiap hari, guna mengangkut sampah ke TPA. Seperti yang dilakukan di Pasar Kalangan,” ujarnya.

Sementara itu Ketua RW 15 Sukajadi, Drs. Ganepo mengatakan, khusus di komplek Handayani sejak lama sudah ada satu unit Kaisar yang beroperasi menjemput sampah rumah tangga setiap hari. Namun, karena pertambahan penduduk yang pesat, petugas penjemput akhirnya kewalahan menampung produksi sampah rumah tangga yang volumenya juga bertambah.

”Sudah ada kaisar yang sejak lama beroperasi memungut sampah di komplek kita ini. Warga membayar bulanan. Ada yang Rp 15.000 bahkan Rp 20.000 sebulan. Tapi karena cuma satu motor, sementara volume sumpah bertambah terus, akhirnya keteteran juga. Petugas kaesar ini akhirnya membatasi bahkan menolak warga baru yang ingin membayar uang sampah bulanan, karena memang tak memungkinkan. Akhirnya sampah warga yang tak tertampung itu, diam-diam dibuang ke jalan pula. Jadi ini problemanya,” ujar Ganepo.

foto bersama Camat Talang Kelapa (bercelana Loreng), di tengah Goro dengan warga Komplek Handayani

Dikatakan, untuk mengatasi problema sampah rumah tangga di komplek perumahan, memang membutuh kesadaran kolektif seluruh warga penghuni. Setidaknya, mereka yang sampah rumah tangganya tidak bisa ditampung atau dilayani kaesar, tidak membuangnya sembarangan, apalagi ke lahan kosong pinggir jalan umum.

Selain merusak pemandangan, tumpukan sampah dalam karung dan kantong plastik itu, juga menebarkan bau tak sedap bahkan mempersempit ruas jalan, licin jika hujan, dan berpotensi menyebabkan kecelakaan terutama roda dua.

”Karena itu, sebagai bagian dari perangkat kelurahan, kita berharap agar seluruh warga memiliki kesadaran dan membuang kebiasaan jorok ‘melempar’ sampah ke lahan milik masyarakat yang berada di sepanjang ruas jalan Pangkalan Benteng ini. Meski lahan itu terlihat kosong belum ada bangunan, pasti ada pemiliknya. Mari kita saling menghormati hak orang lain,” katanya. (dm)

Editor : Dahri Maulana

Bagikan :