Gebyar Tamades 2026, BPR BKK Wonosobo Perkuat Dukungan untuk UMKM dan Masyarakat
WONOSOBO | Populinews.com – Ribuan masyarakat memadati Sasana Adipura Kencana, Wonosobo, Minggu (20/9/2026), dalam kegiatan Gebyar Undian Tabungan Tamades dan Deposito PT BPR BKK Wonosobo (Perseroda) Tahun 2026. Tidak hanya menjadi ajang apresiasi bagi nasabah, kegiatan tersebut juga menjadi momentum untuk memperkuat peran perbankan daerah dalam mendukung UMKM dan perekonomian masyarakat.
Kegiatan dikemas dalam suasana yang terbuka dan melibatkan masyarakat secara langsung. Selain pengundian hadiah bagi nasabah, rangkaian acara diisi dengan fun walk yang diikuti lebih dari 3.000 peserta, pembagian 3.000 porsi mi ayam gratis, kegiatan edukasi perbankan, hingga hiburan rakyat.
Bupati Wonosobo Afif Nurhidayat dalam arahannya menyampaikan dukungan terhadap keberadaan dan pengembangan PT BPR BKK Wonosobo sebagai lembaga keuangan daerah. Menurutnya, keberadaan jaringan kantor BPR BKK yang tersebar di sejumlah kecamatan dapat membantu memperluas akses masyarakat terhadap layanan perbankan.
Ia berharap semakin terbukanya akses masyarakat terhadap kredit dan berbagai produk perbankan dapat memberikan dampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi Kabupaten Wonosobo.
Selain memperluas akses pembiayaan, kegiatan yang melibatkan masyarakat secara luas tersebut dinilai dapat menjadi sarana untuk memperkenalkan layanan perbankan, mendorong budaya menabung, sekaligus meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pengelolaan keuangan.
Sementara itu, Pj Sekretaris Daerah Kabupaten Wonosobo Mohamad Kristijadi menyebut PT BPR BKK Wonosobo yang dimiliki Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dan Pemerintah Kabupaten Wonosobo memiliki posisi strategis dalam menopang perekonomian daerah.
Ia mengatakan, perkembangan kinerja BPR BKK Wonosobo menunjukkan kemajuan dibandingkan tahun sebelumnya.
“Penempatan dana masyarakat termasuk penyaluran kredit telah mencapai Rp233,7 miliar, tabungan sebesar Rp122,2 miliar, deposito sebesar Rp84 miliar, serta mencatatkan laba berjalan sebesar Rp4,5 miliar. Capaian ini tentunya patut diapresiasi,” ujar Kristijadi saat memberikan sambutan dalam Gebyar Undian Tamades.
Kristijadi juga mengapresiasi kontribusi BPR BKK Wonosobo dalam mendukung program pemerintah dan aktivitas ekonomi masyarakat melalui penyaluran kredit ke berbagai sektor.
Salah satu sektor yang mendapat porsi cukup besar adalah usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), dengan penyaluran kredit mencapai 64,18 persen.
Ke depan, ia berharap kontribusi tersebut terus ditingkatkan, termasuk melalui penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) Daerah Tahun 2026. Dengan demikian, BPR BKK Wonosobo diharapkan semakin mampu mendukung UMKM yang menjadi salah satu penopang ekonomi masyarakat.
Kristijadi juga mengingatkan jajaran BPR BKK Wonosobo agar tetap menerapkan prinsip kehati-hatian dalam menjalankan kegiatan perbankan.
“Saya berpesan agar seluruh jajaran BPR BKK Wonosobo terus memegang prinsip kehati-hatian, tertib administrasi, menjaga kesehatan bank, serta memastikan penerapan tata kelola yang baik dan zero fraud. Kepercayaan masyarakat adalah modal utama yang harus dijaga dengan sebaik-baiknya,” katanya.
Di tengah perkembangan teknologi dan industri keuangan, ia juga mendorong BPR BKK Wonosobo melakukan transformasi melalui digitalisasi layanan, peningkatan kualitas sumber daya manusia, serta penguatan literasi keuangan masyarakat.
Direktur Utama PT BPR BKK Wonosobo, Darsono, mengatakan Gebyar Undian Tamades 2026 merupakan bentuk apresiasi kepada nasabah yang selama ini telah mempercayakan kebutuhan perbankannya kepada BPR BKK Wonosobo.
Tahun ini, hadiah utama yang disiapkan berupa satu unit mobil Ayla. Selain itu, terdapat sembilan sepeda motor Revo, sembilan kulkas, sembilan Smart TV, sembilan mesin cuci, serta berbagai hadiah lainnya.
“Ini merupakan bentuk kepercayaan masyarakat kepada kami yang tentu harus kami jaga. Karena itu, kegiatan ini juga menjadi momentum untuk terus mendekatkan BPR BKK Wonosobo dengan masyarakat,” ujar Darsono.
Menurutnya, kegiatan tahun ini sengaja dikemas tidak hanya sebagai acara pengundian hadiah, tetapi juga sebagai ruang interaksi antara masyarakat, pelaku usaha, pemerintah daerah, dan BPR BKK Wonosobo.
Salah satunya melalui penyediaan 3.000 porsi mi ayam gratis dengan melibatkan para pedagang mi ayam lokal. Langkah tersebut sekaligus menjadi upaya mendorong aktivitas ekonomi masyarakat, khususnya pelaku UMKM di sektor kuliner.
BPR BKK Wonosobo juga memberikan fasilitasi kepada para pedagang dalam proses pengurusan Nomor Induk Berusaha (NIB) dan sertifikat halal. Fasilitasi ini ditujukan untuk membantu pelaku UMKM melengkapi legalitas usahanya sehingga memiliki peluang lebih luas untuk mengakses berbagai program pemberdayaan maupun pembiayaan.
“Kami berupaya membantu UMKM di Kabupaten Wonosobo, khususnya sektor kuliner. Kami ingin memotivasi dan memberikan solusi kepada para pedagang agar tetap semangat, bangkit, serta dapat tumbuh dan berkembang bersama kami,” kata Darsono.
Selain mendukung sektor UMKM, BPR BKK Wonosobo juga menyalurkan bantuan Corporate Social Responsibility (CSR) di bidang pendidikan. Total bantuan mencapai Rp47 juta dan diberikan kepada pelajar dari berbagai jenjang pendidikan.
Bantuan tersebut terdiri atas Rp24 juta untuk 16 siswa jenjang SMK, Rp15 juta untuk 15 siswa jenjang SMP, Rp6 juta untuk 10 siswa jenjang SD, serta Rp2 juta untuk lima siswa jenjang TK.
Program tersebut menjadi bagian dari kepedulian BPR BKK Wonosobo terhadap keberlanjutan pendidikan masyarakat sekaligus upaya memberikan manfaat sosial bagi warga Kabupaten Wonosobo.
Dari sisi partisipasi nasabah, Darsono menyebut undian Tamades tahun ini melibatkan 15.981 rekening dengan total saldo mencapai Rp149.636.244.740.
Rangkaian acara juga dikemas menyerupai festival kuliner dan hiburan rakyat. Masyarakat dapat menikmati berbagai stand kuliner dan layanan hingga hiburan yang berlangsung sampai sore hari dengan penampilan Saleho.
“Kami kemas seperti festival kuliner dan hiburan. Harapan kami terjadi interaksi antara masyarakat, BPR BKK Wonosobo, serta jajaran pemerintah daerah, sehingga bersama-sama dapat mendorong pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Wonosobo,” tutur Darsono.
Ia berharap masyarakat semakin mengenal PT BPR BKK Wonosobo sebagai Bank Perekonomian Rakyat milik pemerintah daerah yang dapat menjadi mitra dalam memenuhi kebutuhan permodalan maupun membangun budaya menabung.
“Kami berharap masyarakat dapat menerima kami sebagai Bank Perekonomian Rakyat milik Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dan Pemerintah Kabupaten Wonosobo, sehingga kami bisa bersinergi, baik dalam hal pinjaman modal kerja, menabung, maupun pelayanan-pelayanan lain yang kami miliki,” ujarnya.
Dalam kegiatan tersebut, BPR BKK Wonosobo juga memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai produk dan layanan perbankan. Edukasi tersebut sekaligus diarahkan untuk meningkatkan kewaspadaan masyarakat terhadap praktik investasi ilegal maupun pinjaman dari bank keliling atau rentenir yang berpotensi merugikan.
Penguatan peran BPR BKK Wonosobo juga berlangsung di tengah rencana penataan dan integrasi BPR BKK di Jawa Tengah sesuai regulasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Mulai tahun depan, BPR BKK Wonosobo direncanakan bergabung dalam proses merger menjadi BPR BKK Jawa Tengah.
Langkah tersebut diharapkan dapat memperkuat kelembagaan dan kapasitas BPR BKK dalam memberikan layanan keuangan kepada masyarakat, sekaligus menjaga keberlanjutan peran bank milik pemerintah daerah dalam mendukung perekonomian lokal.
Melalui Gebyar Undian Tamades 2026, BPR BKK Wonosobo tidak hanya memberikan apresiasi kepada nasabah, tetapi juga menunjukkan komitmennya untuk semakin dekat dengan masyarakat melalui penguatan budaya menabung, perluasan akses pembiayaan, dukungan terhadap UMKM, serta berbagai program sosial dan edukasi keuangan. (sya)
