Perkuat Siskohatker, Dinkes Sumsel Upayakan Jemaah Calon Haji Terhindar dari Covid-19

PALEMBANG | Populinews.com — Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Selatan, akan fokus dan berupaya kuat menangani perjalanan jemaah haji asal Sumsel yang akan berangkat tahun depan, supaya terhindar dari pandemi Covid-19, baik sebelum berangkat maupun saat pulang dari tanah suci. Upaya ini dilakukan dengan penguatan Sistem Komputerisasi Haji Terpadu bidang Kesehatan (Siskohatkes) berbasis web.
Hal itu terungkap dalam forum Pertemuan Pembinaan dan Penguatan Sistem Informasi Kesehatan Haji (Siskohatker) bagi Petugas Kabupaten dan Kota se Provinsi Sumsel, Kamis (5/11/2020) di Palembang. Kegiatan ini diikuti sekitar 60 peserta.
Forum ini dibuka oleh Sekretaris Dinas Kesehatan Provinsi Sumsel, dr. H. Trisnawarman, M.Kes, didampingi Kepala Sub Program Pusat Kesehatan Haji Kemeterian Kesehatan RI, dr, H. Melzan Dharmayuli, MHM dan H.M. Ifan Fahriansyah, SKM.,M.Kes.
Trisnawarman, M.Kes, menyampaikan tujuan pembinaan dan penguatan Sistem Komputerisasi Haji Terpadu bidang Kesehatan Siskohatkes tak lain untuk mengontrol dan meningkatkan kondisi kesehatan jemaah haji supaya selalu sehat serta dapat terhindar dari transmisi penularan covid-19 serta berbagai jenis penyakit lainnya.
”Karena itu Pemegang program Siskohatkes diharapkan benar-benar memahami dan tidak abai dalam proses pengentrian data,” kata Trisnawarman kepada para peserta bimbingan. Adapun narasumber disampaikan oleh Kepala Sub Program Pusat Kesehatan Haji Kemeterian Kesehatan RI, dr, H. Melzan Dharmayuli, MHM.
Sementara itu, Ifan Fahriansyah dalam laporannya, mengatakan setiap tahun di Indonesia terdapat jamaah calon haji yang berangkat ke arab saudi sebanyak 200.000 orang. Sekitar 7.000 jemaah bersal dari Sumatera Selatan. Sehingga risiko kesehatan cukup tinggi dan perlu adanya kewaspadaan terhadap penularan Covid-19 serta berbagai penykait lainnya. Untuk itu perlu diadakannya pembinaan dan pelatihan Siskohatkes ini
”Tahun depan jamaah haji yang akan berangkat, adalah calon jemaah yang benar-benar sehat. Mereka akan menjalani tes swab PCR, tiga hari sebelum berangkat. Selain itu, setiap jemaah menandatagani pernyataan akan selalu mematuhi protokol kesehatan sepanjang perjalanan pergi dan pulang. Sedangkan jemaah yang memiliki penyakit penyerta, untuk sementara tidak diperbolehkan lagi berangkat,” ujar Ifan.
Sebagaimana diketahui, Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Agama Sumatera Selatan mencatat, ada 7.012 calon jemaah haji yang akan berangkat ke Arab Saudi pada tahun ini. Kloter pertama sedianya berangkat pada 26 Juni 2020 lalu. Namun sampai saat ini pemerintah dari Arab Saudi ternyata tidak kunjung memberikan kepastian mengenai kapan dibukanya pelaksanaan ibadah haji.
”Mudah-mudahan tahun depan sudah ada kepastian dari Pemerintah Arab Saudi untuk membuka akses layanan ibadah haji. Kita menunggu saja kabar dari sana,” kata Saefudin, salah seorang pengurus perjalanan haji di Kanwil Kemenang Sumsel.
Ia juga mengharapkan calon jemaah haji Sumsel yang sudah tercatat akan diberangkatkan agar selalu menjaga kesehatan. Terapkan protokol kesehatan setiap hari. ”Jangan sampai jemaah batal berangkat gara-gara terkorfirmasi positif Corona,” tutupnya. (dm)
Penulis : Dahri Maulana

