NATUNA | Populinews.com –Polemik Penanganan perkara penggunaan alat tangkap sejenis Cantrang, yan diduga dilakukan KM Sinar Samudra yang diamankan Kapal Patroli Polairud Polda  Kepri di WP711 Natuna,  membuat nelayan Natuna tidak Puas. Pasalnya, setelah sempat diamankan dan dilakukan pemeriksaan KM Sinar Samudra tersebut kabarnya dilepas, dan balik ke Pangkalannya di Jawa Tengah.

Perwakilan nelayan Natuna yang tidak puas akhirnya menyampaikan keluhannya di hadapan Rapat Dengar Pendapat (RDP) Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Natuna  yang gelar di Ruang Rapat Paripurna DPRD Natuna, Selasa (08/03/2022).

“Dalam rangka menindaklanjuti keluhan yang diadukan nelayan Natuna saat Rapat Dengar Pendapat (RDP) di Ruang Paripurna DPRD Natuna, dewab mengagendakan Legislatif kunjungan ke Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) di Jakarta, nanti Komisi II DPRD Natuna, Wakil Ketua I DPRD Natuna Daeng Ganda, Wakil Bupati Natuna dan perwakilan nelayan akan berkunjung ke Kementerian KKP, untuk audiensi dan mempetrtanyakan semua polemik ynag dihadapi Nelayan Natuna, ” Jelas Ketua DPRD Natuna  Daeng Amhar saat dikonfirmasi pewarta .

Rapat dengar pendapat

Lebih jauh Daeng Amhar menjelaskan bahwa kunjungan tersebut dalam rangka mencari kejelasan di Kementerian Kelautan dan Perikanan, seperti apa sebenarnya permasalahan yang terjadi di Natuna?, apa solusinya? Dan apa jalan terbaik sehingga nelayan daerah perbatasan ini tidak resah.

Sementara, Ketua Komisi II DPRD Natuna Marzuki mengatakan bahwa, poin inti yang akan disampaikan ke KKP adalah permintaan nepayan Natuna untuk mengkaji ulang Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan nomor 18.

“Juga mempertimbangkan perizinan untuk kapal eks cantrang atau kapal dengan jaring tarik berkantong untuk beroperasi di Laut Natuna Utara,” kata Marzuki.

Selain itu, lanjut Marzuki pihaknya juga meminta agar pengawasan terhadap nelayan bisa lebih diintensifkan.

 Kenapa KM Sinar samudra di lepas ?

Terpisah Koordinator Satuan Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (Koord Satwas SDKP) Natuna, Maputra Prasetyo mengatakan dasar pelepasan perkara KM Sinar Samudra jarena telah memenuhi kewajiban sebelum dibebaskan.

“Pihak KM Sinar Samudra telah memenuhi kewajiban mereka atas sanksi administrasi yang dikenakan sesuai  pelanggaran ynag dilakukan yakni pelangaran jalur tangkap yang dijinkan , sesuai peraturan  KM Sinar Samudra dikenakan denda senilai   159. 874.000 ,  (Seratus Limapluh Sembilan Juta Delapan Ratus Tujuh Puluh Empat Ribu Rupiah yang dibayarkan pemilik KM Sinar Samudra  ke kas negara, ”  ungkap Maputra Prasetyo menjawab pewarta.

Lebih jauh Maputra menjelaskan bahwa sesuai aturan yzng berlaku terhadap Kapal ikan dalam negri yang melanggar wilayah tangkap akan dikenakan sanksi administrasi berupa denda,  dan saat ini proses hukum KM Sinar Samudra  telah berjalan sesuai dengan mekanisme, termasuk proses pembayaran denda yang diwajibkan kepada KM Sinar Samudra.

“Mereka, pihak KM Sinar Samudra telah membayar melalui Kode Billing yang langsung diterima oleh Kementerian Keuangan, berdasarkan Kode Billing tersebut pula dilakukan pembebasan KM Sinar Samudra,” ujarnya.

Selanjutnya, Ia juga mengatakan sejak tanggal 4 Maret 2022 pemilik Kapal KM Sinar Samudra telah menyelesaikan denda tersebut.

“Karena itu, pada tanggal 5 Maret, kami PSDKP, melakukan pelepasan disaksikan oleh pihak Polairud, Dinas Perikanan Provinsi perwakilan Natuna dan Syahbandar Perikanan,” kata Maputra.

Selain dilengkapi dengan Berita Acara, dikatanya juga bahwa KM Sinar Samudra telah dibekali surat pengganti SLO dengan catatan alat tangkap disimpan tidak untuk dioperasikan dan wajib kembali ke pelabuhan asal.

“Berdasarkan itu, mereka harus kembali ke Pelabuhan asal di Bajomulyo Juana, Jawa Tengah. Tidak melakukan kegiatan apapun dan mereka juga dikawal oleh Polair hingga laut lepas hingga dipastikan mereka kembali ke pelabuhan asal,” ujar Maputra.

Terakhir, Maputra juga mengatakan pihak KM Sinar Samudra telah menandatangani surat pernyataan tidak mengulangi perbuatannya melanggar wilayah tangkap sesuai aturan yang berlaku. (red)