Populine3s NATUNA – Sejumlah petani Natuna melalui Forum Komunikasi Petani Natuna mendatangi kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Natuna, Rabu (13/07/2022) pagi.

Kehadiran mereka untuk bertemu para wakil rakyat, guna menyampaikan keluhan para petani terkait pupuk bersubsidi. Dalam kesempatan tersebut, para petani meminta agar pemerintah dapat merealisasikan pupuk bersubsidi yang pernah dijanjikan, sesuai dengan kuota yang diajukan oleh setiap petani yang tergabung dalam kelompok tani.

Pasalnya setiap petani telah membayar pupuk sesuai permintaan, namun ternyata pupuk yang datang tidak sesuai kuota yang diinginkan oleh petani.

Ketua Kelompok Tani Unggul Desa Air Lengit Kecamatan Bunguran Tengah, Syarifudin Lubis mengataan pihaknya menolak pupuk yang didatangkan saat ini karena tidak sesuai jumlah yang dibutuhkan kelompok tani, baik dari pupuk maupun kuotanya.

Pupuk yang datang adalah pupuk Kimia, sementara pupuk organik yang mereka pesan justru sangat -sangat terbatas.

“Kami ingin uang kami dikembalikan, kami tidak mau pupuk yang datang , karena tidak sesuai dengan yang telah dijanjikan, kuota yang kami dapat jauh dari jumlah uang yang sudah kami bayarkan,” kata Syarifudin.

Syarifudin mengaku setiap petani telah menyetorkan sejumlah uang sesuai dengan kebutuhan pupuk mereka pada bulan Maret dan Mei 2022 lalu, namun hingga kini belum menerima pupuk bersubsidi yang dijanjikan.

Akan tetapi dari informasi yang diterima pihaknya bahwa pupuk bersubsidi tersebut telah tiba dipelabuhan Tanjung Payung Penagi, dengan menggunakan kapal Motor (KM) Victory.

Kejadian distribusi pupuk subsidi yang tidak sesuai dengan kuota dari nilai yang telah dibayarkan, sebelumnya juga pernah terjadi di tahun 2021 lalu.

“Ini sudah ke tiga kalinya seperti ini, pupuk yang datang tidak sesuai dengan yang dipesan. Dulu dikembalikan sisa uangnya, kali ini kami tidak mau lagi pupuk bersubsidi itu, kami mau uang kami dikembalikan, biar kami beli sendiri saja pupuknya,” tambah Syarifudin.

Para petani diterna Ketua Komisi II DPRD Natuna, Marzuki. Sementara dalam menanggapi keluhan petani terkait pupuk bersubsidi, Marzuki juga membenarkan jika permasalahan pupuk bersubsidi ini telah berulang kali terjadi.

Dengan kasus yang sama yakni distribusi pupuk yang tidak sesuai pemesanan.Hal ini menurut Marzuki dikarenakan belum adanya distributor pupuk bersubsidi di Provinsi Kepulauan Riau, maka untuk penanganan pupuk bersubsidi untuk wilayah Kepri ini masih ditangani oleh distributor dari Provinsi Riau