Australia Terpikat Potensi Natuna, Kirim Utusan Untuk Jajaki Investasi

Populinews, Natuna ,Pasca kunjungan Menkomarinves LBP ke Australia memaparkan potensi Indonesia tak lama berselang Penasehat Menteri Luar Negeri Australia dengan Perwakilan Konsulatnya di Jakarta mengunjungi Natuna Rombongan ini diterima Bupati dan Wakil Bupati atina didampingi jajaran OPD terkait. Selasa (01/04)Dalam keterangan persnya Bupati Natuna menjelaskan jika pihak Australia terpikat dengan potensi maritim di Natuna ” Pihak Konsul Australia ingin tau langsung dari sumbernya terkait kondisi keamanan Wilayah laut Natuna begitu juga permasalahan yang di hadapi baik kondisi dilautbya maupun Nelayannya , tentu ini penting sebagai bagian informasi tahap awal agar pihak Australia bisa memetakan potensi Natuna sebelum berinvestas di Natuna,” jelas Bupati Natuna Wan Siswandi Bupati Natuna juga berkesempatan menjelaskan semua potensi di Natuna yang bisa digarap investor AustraliaSelanjutnya rombongan ini dijadwalkan akan bertemu pihak KADIN Natuna

Setelah bertemu kita nanti pihak konsulat dan rombongan akan bertemu Pihak KADIN Natuna, tentu Pemerintah Natuna sangat menyambut baik kedatangan perwakilan pemerintah Australia, ini peluang tahap awal agar kita bisa memanfaatkan momen untuk kemajuan Natuna kedepan”. Jelas Rodial Huda kepada media ini diruang kerjanya
Rombongan tim konsulat Australia terdiri Mr. Tim Stapleton, Minister Counsellor Economic, Investment and Infrastructure dan Ms Sarah Wilis, Counsellor Political dari Kedutaan Besar Australia yang didampingi Ms Hanny Kusumanigtiyas, Person in charge,
dalam Kunjungan bertajuk bersilahturahmi sekaligus mengali informasi tentang kondisi geografis wilayah Natuna selatan.
Tim Stapleton dan Sarah Wilis ini bersama Bupati Natuna Wan Siswandi S.Sos M.Si yang didampigi Wakil Bupati Natuna Rodhial Huda dan beberapa jajaran OPD (Organisasi Perangkat Daerah) banyak yang dibahas, terutama tentang aktivitas kehidupan masyarakat kepulauan yang dominan melaut sebagai nelayan.
“Kedutaaan Australia dari bidang ekonomi dan politik ini, memerlukan informasi resmi dari pemerintah setempat, bagaimana tantangan yang kerap dihadapi masyarakat nelayan Natuna diperairan lepas yang berbatasan langsung dengan sejumlah Negara tetangga di asia. Mereka mendapati banyak pemberitaan, bahwasannya, nelayan Natuna kerap bersengketa dengan nelayan kapal ikan asing diwilayah perairan Indonesia, terutama zona Laut China Selatan (LCS) yang kini berganti nama Laut Natuna Utara di ZEE (Zona Ekonomi Eksklusif) Indonesia .” jelas Wan Siswandi menambahkan
Rombongan juga menggali informasi terkait bagaimana sistem pertahanan dan pola pengamanan laut yang dilakukan lembaga pengamanan perairan seperti Bakamla (Badan Keamanan Laut),
Pada kesempatannya, Wan Siswandi memaparkan lima pilar percepatan pembangunan yang telah dicanangkan Presiden RI Joko Widodo, diantaranya sektor, Pariwisata, Pertahanan keamanan, Industri Migas, Lingkungan Hidup, Kelautan dan Perikanan.
“saat ini pemerintah daerah tengah berbenah melakukan percepatan dan pemerataan pembangunan di pulau-pulau tingkat kecamatan dan desa untuk mensejahterakan ekonomi masyarakatnya,” ucapnya.*( red)

