,Masjid AN Nur kel Batu Hitam Natuna

Populinews  Natuna , Keluarga nesar PC NU kabupaten Natuna petang ini melaksanakan rangkaian kegiatan Safari Ramadhan dimasjid AN NUR kelurahan Batu Hitam kecamatan Bunguran Timur kabupaten Natuna.

Ketua Pengurus cabang Nadhatul Ulama Natuna mengaku sangat bersyukur acara Konsolifasi sekaligus Dafarai Ramadhan di masjid  An Nur Kelurahan Batu Hitam kecamatan Bunguran Timur bisa di hadiri oleh ratusan warga Nahdiyin di masjid Batu Hitam, Pengurus PC NU kab Natuna dan perwakilan Banom NU di Natuna, tentu orang-orang baik  yang Cinta NU
” Alhamdulilah acara Safari Ramadhan dalam rangka konsolidasi keluarga besar Nadatul Ulama di Natuna bisa berjalan dengan baik, saya berterikamkasih kepada semua keluarga besar NU yang telah mempersiapkan semuanya dengan baik” ungkap H Budi Darmawan
Media ini melihat antusia warga Nahdiyin mengikuti rangkaian acara Safari Ramadhan kali ini, acara di mulai dengan tauziyah sambil menunggu waktu buka puasa, kemudian dilanjutkan acara buka puasa bersama dengan menu Kurma kue, dan es kelapa Muda, sealain itu Es Asam sebuah menu wajib berbuka, selanjutnya Sholad Magrib berssama

Seperti diberitakan  Media ini,  Sebelumnya , Pasca pelaksanaan Muscab Pengurus cabang Nadhatul Ulama Kabupaten Natuna beberapa waktu lalu dan ditetapkannya H. Budi Dermawan, S.Ag, M.Sy sebagai Ketua PC NU Natuna, konsolidasi internal dan penyusunan program PC NU Kab. Natuna terus di gesa

Ketua Tasfiziyah Pengurus Cabang Nadhtul Ulama ( PCNU) kabupaten Natuna H Budi darmawan
Setelah Sholad magrib keluarga besar Nahdiyin menikmati hidangan makan malam menu rica rica ikan goreng, dipadu sayur ubi santan, sangat mengoda lidah,  terlihat semuanya sangat menikmati tentu saja sampai ludes makanan yang di Siapkan
disela istrirahat makan, ketua Taffizah PC Nu menjelaskan
Kepada media ini H Budi Darmawan menjelaskan bahwa organisasi Nadfatul Ulama (NU) itu organisasi besar, di bawa para ulama . NU sejalan dgn risalah Rasulullah diurus oleh Allah yaitu rahmad bagi semuanya.
“Jadi hadirnya NU tidak lain untuk berkhidmat untuk umat tanpa pandang bulu, baik suku dan asalnya. ” Terang Budu Darmawan
Terkait acara safari Ramadhan yang di gelar Budi menjelaskan,
” Inti dari acara Safari ramadhan NU hari ini adalah untuk menyatukan NU dan seluruh Banom yang ada di organisasi NU Kabupaten Natuna, mari Berat sama di pikul dan ringan sama di jinjing  mari kita jalin silaturahmi yang baik,” tambah H. Budi Damawan
Budi juga mengingatkan bahwa Amalan-amalan ulama NU harus di laksanakan.
Kedepan NU Natuna akan membuat program :
1. Membentuk banom yang belum terbentuk
2. Melaksanakan diklat atau pelatihan seperti PKNU. Latihan dasar PMII dan lain lain.
3. Mengadakan kegiatan istighasah, salawatan.
4. Program ekonomi umat juga akan kita adakan seperti koperasi, dan lain lain.
5. Dan lain lain.
“Semua rencana PC NU kabupaten Natuna Ini harus di kerjakan sama sama. Butuh Kolaborasi semua pengurus baik PC NU, maupun badan Otonom NU,di Natuna’ ” tambahnya
https://fb.watch/jNVnB4Fcbn/
Struktur organisasi NU terdiri dari enam pengurus yakni pengurus Besar di tingkat pusat, Pengurus Wilayah, Pengurus Cabang,
Pengurus Cabang Istimewa (luar negeri), Pengurus Majelis Wakil Cabang (MWC) dan Pengurus Ranting.
Bagan struktur organisasi NU

Kanal beita NU Online menjelaskan  Struktur kepengurusan lengkap di tubuh Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) periode 2022-2027 telah diumumkan pada Rabu (12/1/2022) di kantor PBNU Jakarta oleh Rais ‘Aam PBNU KH Miftachul Akhyar dan Ketua Umum PBNU, KH Yahya Cholil Staquf.

Di dalam struktur mustasyar (dewan penasihat), syuriyah (dewan syuro), dan tanfidziyah (dewan pelaksana), PBNU tidak hanya mengakomodasi perwakilan daerah dan para habaib, tetapi juga perwakilan sejumlah perempuan.
 “Baru kali ini, setelah 96 tahun usia NU menurut kalender masehi atau 99 tahun menurut kalender hijriyah, kaum perempuan diakomodasi di dalam susunan pengurus harian PBNU,” tegas Gus Yahya, Rabu (12/1/2022).
Berdasarkan Anggaran Dasar (AD) dan Anggaran Rumah Tangga (ART) Nahdlatul Ulama, berikut penjelasan mengenai dewan mustasyar, syuriyah, dan tanfidziyah:
Menurut Anggaran Dasar NU Bab VII tentang Kepengurusan dan Masa Khidmah, dijelaskan pada pasal 14 ayat 1 bahwa Kepengurusan Nahdlatul Ulama terdiri dari Mustasyar, Syuriyah, dan Tanfidziyah.
Mustasyar
Pada pasal 14 ayat 2 Anggaran Dasar Nahdlatul Ulama dijelaskan bahwa mustasyar adalah penasihat yang terdapat pada pengurus besar, pengurus wilayah, pengurus cabang/pengurus cabang istimewa, dan majelis wakil cabang.
Kemudian dalam Anggaran Dasar Bab VIII tentang Tugas dan Wewenang, pasal 17 menjelaskan bahwa mustasyar bertugas dan berwenang memberikan nasihat kepada pengurus Nahdlatul Ulama menurut tingkatannya baik diminta atau pun tidak.
Ensiklopedia Nahdlatul Ulama Jilid 3 (2014: 134) menjelaskan bahwa mustasyar berfungsi sebagai ishah zatil bayn, untuk menyelesaikan persengketaan. Mustasyar mempunyai wewenang menyelenggarakan rapat internal jika dianggap perlu. Meski demikian, Mustasyar tidak memiliki wewenang untuk mengangkat dan memberhentikan pengurus.
Syuriyah
Pada pasal 14 ayat 3 Anggaran Dasar Nahdlatul Ulama dijelaskan bahwa syuriyah adalah pimpinan tertinggi Nahdlatul Ulama. Jabatan di dalam pengurus harian syuriyah terdiri dari rais ‘aam, wakil rais ‘aam, beberapa rais, katib ‘aam, dan beberapa katib.
Kemudian pada pasal 18 Anggaran Dasar Nahdlatul Ulama menjelaskan bahwa syuriyah bertugas dan berwenang membina dan mengawasi pelaksanaan keputusan-keputusan organisasi sesuai tingkatannya.
A’wan
Pada Anggaran Dasar NU pasal 15 ayat 1 (c) menjelaskan bahwa Pengurus Besar Nahdlatul Ulama terdiri dari Pengurus Besar Lengkap Syuriyah.
Sedangkan dalam Ensiklopedia Nahdlatul Ulama Jilid 1 (2014: 160) menyebut bahwa A’wan menjadi bagian dari Pengurus Lengkap Syuriyah. A’wan terlibat terutama dalam pengambilan kebijakan dalam rapat pleno atau forum permusyawaratan organisasi yang lebih tinggi, seperti musyawarah nasional (munas), konferensi besar (konbes), dan muktamar.

Sumber: https://www.nu.or.id/nasional/penjelasan-struktur-kepengurusan-di-nu-mustasyar-syuriyah-a-wan-dan-tanfidziyah-kfzL3

Mengenal 6 Tingkatan Struktur Organisasi NU
Logo Nahdlatul Ulama. nu.or.id
Logo Nahdlatul Ulama. nu.or.id

Nahdlatul Ulama atau disingkat NU, merupakan salah satu organisasi Islam terbesar di Indonesia. Berdiri sejak 31 Januari 1926, kini NU telah menjadi organisasi masyarakat terpopuler yang bergerak di isu keagamaan, pendidikan, sosial, dan ekonomi.

Tentu, keberhasilan NU itu tidak lepas dari peran pendiri, tokoh-tokoh sentral, hingga anggota pengurus yang mengisi di tiap struktur organisasi. Bila mencermati struktur organisasi, terdapat enam tingkatan struktur organisasi NU, baik dari tingkat pusat atau nasional hingga desa. Bahkan sampai ke tingkat kelompok masyarakat, dusun, masjid atau musala.

1. PBNU

Singkatan dari Pengurus Besar Nahdlatul Ulama, adalah struktur organisasi NU yang berada di tingkat pusat. Untuk saat ini, berkedudukan di Jakarta tepatnya berkantor di  Jalan Kramat Raya, Jakarta Pusat. Dalam bagan struktur PBNU, terdiri dari pengurus Mustasyar, Syuriyah, A’wan Syuriyah, dan Tanfidziyah.

Mustasyar adalah penasihat yang bertugas memberikan nasehat kepada pengurus NU sesuai dengan tingkatannya. Syuriyah, pimpinan tertinggi, tugasnya membina, mengendalikan, mengawasi, serta penentu kebijakan NU sesuai tingkatannya. Sedangkan Tanfidziyah adalah pelaksana, tugasnya adalah melaksanakan program kerja dan memimpin jalannya organisasi, serta menyampaikan laporan secara periodik kepada pengurus Syuriah.

2. PWNU

PWNU atau Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama, merupakan struktur organisasi NU di tingkat Provinsi. Kedudukannya berada di tiap masing-masing ibu kota provinsi. Dalam bagan struktur PWNU, terdapat unsur pengurus Mustasyar, Syuriyah, A’wan Syuriyah, dan Tanfidziyah.

3. PCNU/PCINU

Singkatan dari Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama. PCNU ini, dalam struktur organisasi NU menempati atau mengurus kepentingan di tingkat kabupaten atau kota. Sementara Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCINU) berkedudukan di luar negeri. Baik PCNU atau PCINU, bagan struktur organisasinya sama, yakni terdiri dari pengurus Mustasyar, Syuriyah, A’wan Syuriyah, dan Tanfidziyah.

4. MWCU

MCWU atau Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama, merupakan struktur organisasi NU tingkat kecamatan. Sama seperti yang sebelumnya, yakni terdiri dari pengurus Mustasyar, Syuriyah, A’wan Syuriyah, dan Tanfidziyah.

5. PRNU

Pengurus Ranting Nahdlatul Ulama (PRNU) adalah struktur organisasi NU yang ada di tingkat desa atau kelurahan. Dalam bagan struktur PRNU, hanya terdapat unsur pengurus Syuriyah dan Tanfidziyah.

6. PARNU

Terakhir, Pengurus Anak Ranting Nahdlatul Ulama (PARNU), yakni struktur organisasi NU tingkat bawah yang berada di tingkat kelompok masyarakat. Kedudukannya tergantung pada basis yang ada, bisa dusun, kelompok masyarakat, masjid atau musala. * (red)

Bagikan :