Catatan dari Workshop dan Kompetisi Jurnalistik SKK Migas Sumbagsel, ‘Banjir Doorprize’ dan Mendebarkan
PALEMBANG | Populinews.com – Ruang Ballroom lantai 5 Hotel Emilia, Jl Letkol Iskandar persisnya di Komplek Palembang Indah Mall (PIM), Senin (29/6/2026), pagi masih sepi. Namun di layar lebar, tulisan banner besar langsung menyita perhatian dua wartawan yang masuk dan mengambil tempat duduk di meja bulat. Tulisan itu: Workshop & Kompetisi Media Tahun Sumsel 2026.”

Jarum jam sudah menunjukkan pukul 08:00 Wib, satu persatu kursi meja bulat yang disediakan, mulai ditempati para jurnalis yang datang dari berbagai daerah, Seperti Musi Rawas, Lubuk Linggau, Lahat, Prabumulih, Muara Enim, Banyuasin, Musi Banyuasin serta Kota Palembang sendiri.
Sementara di sudut kanan panggung layar lebar, sejumlah panitia dari Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel), terlihat sibuk dengan laptop dan berkas-berkas, untuk memandu kegiatan, yang sudah disusun sesuai jadwal.
Seorang pantia juga terlihat sibuk merapikan susunan kotak-kotak perangkat elektronik, berupa Maxbook, Laptop, Ipad dan beberapa kotak handphone. Sementara di sisi kiri panggung, terdapat meja panjang yang juga penuh dengan paperbag, bingkisan yang juga berisi perangkat elektronik ringan, seperti esrphone, seta beberapa pernak-pernik elektronik menarik lainnya.
Susunan perangkat elektornik dan bingkisan yang terpajang inilah yang — sebelumnya sempat diperlihatkan melalui Banner Undangan Lomba Karya Tulis oleh SKK Migas — menjadi ‘penyemangat’ bagi para jurnalis di Sumatera Selatan, mengikuti kompetisi karya tulis di media masing-masing. Tema lomba bernarasi : Efek Berganda Hulu Migas, yang digelar sejak 1 – 15 Juni 2026.

Tepat pukul 09:00 Wib, kursi yang disediakan 80 persen sudah berisi. MC senior dari SKK Migas Sumbagsel, Tania Dwi Adinda, pun mulai memandu acara. Diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, kemudian masuk ke sesi sambutan-sambutan serta whorkshop. Dalam kesempatan ini, Tania juga sempat menginformasikan bahwa lebih 100 jurnalis dari 95 media cetak dan online, yang mengirimkan naskah tulisannya kepada panita penyelenggara.
“Kompetisi kali ini sungguh luar biasa. Bahkan sampai hari terakhir (15 Juni 2026) penerimaan karya tulis, kami masih mendapatkan pertanyaan dari sejumlah wartawan yang terlambat menyerahkan karya tulisnya. Ya,..karena waktunya sudah kita perpanjang lima hari, jadi tidak mungkin kita perpanjang lagi. Kami meminta maaf, tidak bisa memenuhi permintaan tersebut,” ujar Tania menambahkan.
Mengawali sesi sambutan, Direktur UKW PWI Pusat, Dr. Firdaus Komar, M.Pd, menyatakan apresiasinya atas penyelengaraan lomba karya tulis hulu migas, yang diselenggarakan SKK Migas Sumbagsel ini. ”Jika sebelumnya para wartawan sering diundang dalam berbagai acara gathering, melihat langsung kegiatan di lapangan migas.
”Namun kali ini kegiatan yang dilaksanakan, tak sekdar berkunjung lalu wartawan menulisnya dalam bentuk berita. Tapi tulisan itu, juga dihimpun untuk diberikan penilaian melalui lomba karya tulis ini. Ini jauh lebih positif bagi peningkatan pengetahuan wartawan,” ujar Firdaus.
Dikatakan media memiliki peran penting sebagai mitra strategis dalam menyampaikan informasi yang akurat, berimbang, dan edukatif. Termasuk mengenai kegiatan industri hulu migas. Seberapa besar kontribusinya terhadap pembangunan daerah dan manfaatnya bagi masyarakat, serta ketahanan energi nasional.
Dr. Firdaus juga menyarankan, mengingat tingginya animo wartawan dalam mengikuti lomba karya tulis hulu migas ini, ada baiknya ke depan dilakukan dengan perencanaan liputan yang juga melibatkan para mentor dari pihak pelaksana. Sehingga tulisan yang dibuat, tidak melenceng dari tema yang dilombakan.

Perkuat Kemitraan dan Kolaborasi
Sementara itu, Kepala Departemen Formalitas dan Komunikasi SKK Migas Sumbagsel, Syafei, S.H., mengatakan kolaborasi dengan media menjadi bagian penting dalam memberikan pemahaman kepada publik mengenai peran strategis sektor hulu migas.
Dikatakannya, pemberitaan media yang berkualitas dapat membantu masyarakat memahami berbagai kegiatan hulu migas, mulai dari eksplorasi, produksi, hingga kontribusi sektor tersebut terhadap perekonomian daerah.
Syafe’i mengakui keglatan lomba karya tulis ini, baru pertama kali diakomodir langsung oleh SKK Migas Sumbagsel. Sebelumnya, dilakukan melalui mitra KKKS seperti Medco E&P, Pertamina Eksplorai dan Produksi (PEP) Zona 4, serta lainnya.
“Untuk kali ini, kita akomodair langsung dan tetap melibatkan seluruh KKKS. Artinya SKK Migas menjadikan kegiatan dalam ruang lingkup yang lebih besar. Mudah-mudahan ke depan kegiatan semacam ini akan terus kita laksanakan,” ujarnya.
Untuk penilaian, Syafe’i mengatakan SKK Migas tidak terlibat sama sekali. Penjurian dilakukan pekerjasama dengan Dewan Pers dan sejumlah tokoh pers senior di Jakarta. ”Jadi kami tak ikut campur dalam menilai dan menentukan pemenang,” ujarnya.
Safe’i juga mengucapkan Selamat kepada seluruh pemenang Lomba Karya Jurnalistik SKK Migas Sumsel 2026. ”Semoga kegiatan ini menjadi penyemangat bagi rekan-rekan jurnalis untuk terus berkarya, menjunjung kode etik jurnalistik, serta menyampaikan informasi yang objektif, akurat, dan edukatif kepada masyarakat,” ujarnya.
Ia juga berniat untuk menghimpun semua karya tulis para jurnalis yang ikut lomba, ke dalam sebuah buku, yang nantinya bisa menjadi referensi bagi generasi mendatang. Dengan demikian karya tulis wartawan tentang hulu Migas tidak hilang begitu saja ditelan masa.

Gebyar Doorprize
Usai mendengarkan sambutan-sambutan yang membuat suasana menjadi serius, suasana ballroom sontak kembali cair, ketika Tania kembali tampil memandu kwis pembagian Doorprize. Kwis dilakukan dengan menampilkan puzzel lingkaran warna-warni di layar lebar yang bertuliskan nama-nama jurnalis peserta kompetisi.
Ketika puzzel diputar melalui laptop yang tersambung ke layar berhenti di satu titik warna yang ada nama jurnalis, maka dialah yang dipanggil untuk naik ke panggung untuk menerima bingkisan. Begitu seterusnya, hingga ke putaran ke sepuluh, kwis pun dijeda.
Selanjutnya para jurnalis mendengarkan pemaparan materi Artificial Intelligence (AI) atau kecerdasan buatan, yang disampaikan oleh Dr. Makroen Sanjaya, jusnalis senior yang juga dosen Universitas Muhammadiyah Jakarta.
Dalam paparannya, Makroen menjelaskan dasar-dasar AI hingga praktik penerapannya dalam produksi berita. Mulai dari riset data cepat, verifikasi fakta, penulisan naskah, hingga optimasi konten digital. Tujuannya, membuat kerja wartawan lebih efisien tanpa mengorbankan independensi dan akurasi.
Makroen juga berpesan agar para jurnalis tidak menelan mentah-mentah informasi yang dikulik dari AI, karena terkadang apa yang disampaikan tidak semuanya benar dan akurat. Apalagi di flatform media sosial, baik berupa tulisan maupun video. Banyak sekali informasi medsos, baik tulisan, gambar maupun video yang direkayasa melalui fitur AI, yang seolah-olah informasi tersebut benar adanya.
Karena itu, tindakan cek dan ricek, atau konfirmasi ke narasumber kompeten terhadap informasi tersebut, tetap penting dikakukan, agar wartawan terhindar dari pelanggaran Kode Etik Jurnalistik (KEJ).
”Jadi sepintar apapun AI, tidak mungkin bisa menggantikan tugas dan fungsi wartawan dalam bekerja menyampaikan informasi yang benar kepada publik. AI hanya sebuah teknologi untuk memudahkan mendapatkan informasi, tetapi kebenarannya harus tetap diuji melalui konfirmasi langsung ke sumber-sumber kompeten terkait informasi tersebut,” tegasnya.
Di tengah pemaparannya, Dr. Makroem juga bagi-bagi uang Rp.100 ribu, kepada jurnalis peserta workshop untuk menjawab beberapa pertanyaan, tentang akurasi sebuah informasi yang ditayangkan di Medsos. ”Tapi ini jangan dianggap saya kaya raya ya,” ujarnya. ”Saya hanya ingin memastikan, apakah teman-teman bisa membedakan, mana informasi yang bersifat hoaxs, sindiran, pencitraan, atau kritik,” sambungnya.
Tanpa terasa, hampir satu setengah jam, Makroem berbicara, suasana ruangan menjadi sangat interaktif. Bahkan, sejumlah pertanyaan yang akan diajukan wartawan pun terpaksa ditunda, karena harus Isoma (Istirahat Shalat dan Makan Siang).

Saat-saat mendebarkan
Usai Isoma tibalah saat-saat yang mendebarkan bagi seluruh jurnalis yang hadir. Karena sesi pengumuman pemenang segera dilaksanakan. Namun, sebelum itu, beberapa wartawan masih diberikan kesempatan untuk mengajukan pertanyaan yang tertunda kepada Makroem Sanjaya.
Selanjutnya, untuk menetralisir suasana supaya tidak ‘menegangkan’, Tania Dwi Adinda selaku MC kembali meneyelnggarakan doorprize, kali ini dibagikan 25 hadiah yang tersisa, bagi nama yang beruntung. Sesi ini pun berlangsung riuh gembira, hingga hadiah tersebut habis di putaran puzzel, tak sampai setengah jam.
Dalam sesi pengumuman, ternyata sejumlah wartawan yang tergabung dalam Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Prabumulih sukses meraih penghargaan di berbagai kategori.
Dalam kategori Hardnews, Dian Cahyani dari Sumatera Ekspres berhasil meraih Juara I Sementara itu, Edison dari Tribun Sumsel, juga mencatatkan prestasi dengan meraih Juara Harapan I pada kategori yang sama.
Untuk kategori Feature. Ronald Artas dari SinarSumatera.co.id dinobatkan sebagai Juara I Sedangkan di kategori Audio Visual, Berry Prima dari BeritaSatu (BTV) juga sukses meraih Juara I berkat video jurnalistik yang informatif dan berkualitas. Prestasi tersebut semakin lengkap setelah Anggi Perkasa dari PALTV memperoleh Juara Harapan II.
Ketua PWI Prabumulih, Ronald Artas, yang turut menjadi salah satu pemenang, mengungkapkan rasa syukur atas penghargaan yang diterimanya. Menurutnya, prestasi tersebut menjadi motivasi untuk terus menghasilkan karya jurnalistik yang profesional dan bermanfaat bagi masyarakat.
Ronald juga menyampaikan apresiasi kepada PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) Zona 4 yang selama ini dinilai konsisten menjalin komunikasi yang baik dengan insan pers. Menurutnya, keterbukaan informasi dari perusahaan turut mendukung lahirnya karya-karya jurnalistik yang berkualitas. (dm)
Penulis : Dahri Maulana

