52 Peserta Meriahkan Karnaval Kemerdekaan, Wonosobo Tampilkan Ragam Potensi Daerah
WONOSOBO | Populinews.com – Karnaval Kemerdekaan menjadi salah satu rangkaian peringatan HUT ke-81 RI di Kabupaten Wonosobo. Kegiatan yang digelar Pemerintah Kabupaten Wonosobo melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) tersebut Mengusung tema “Bergerak dengan Empati, Mengabdi dengan Sinergi, Lestari untuk Negeri”
Diikuti 52 peserta terdiri atas OPD, instansi vertikal, BUMN/BUMD, sekolah, komunitas seni, hingga kelompok kesenian yang berlangsung semarak dengan menampilkan berbagai bentuk kreativitas dan kekayaan daerah.
Kegiatan tersebut dimulai pukul 13.00 WIB, Selasa (18/08/26), yang menampilkan kreasi sesuai tema dan karakter masing-masing, sehingga sepanjang rute karnaval masyarakat menghadirkan pertunjukan yang menghibur sekaligus menyampaikan pesan nasionalisme, kebersamaan, pelestarian budaya, pelayanan publik, dan kepedulian lingkungan.
Karnaval Jadi Wadah Potensi Wonosobo
Bupati Wonosobo, Afif Nurhidayat, menyampaikan apresiasi kepada seluruh OPD, instansi, komunitas, dan masyarakat yang telah berpartisipasi dalam menyukseskan perayaan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Kabupaten Wonosobo.
“Saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh OPD dan elemen masyarakat yang telah berkontribusi memeriahkan perayaan HUT Kemerdekaan ke-81 ini. Hasilnya luar biasa, semua tampil dengan tema masing-masing yang menghibur dan menginspirasi,” ujar Bupati Afif saat menyampaikan apresiasinya di acara karnaval, Selasa (18/8/2026), di area Jalan A. Yani Pasar Induk.
Menurut Afif, kemeriahan karnaval merupakan wujud rasa syukur atas kemerdekaan sekaligus bentuk partisipasi masyarakat dalam mengisi kemerdekaan melalui kontribusi nyata sesuai peran masing-masing.

“Ini wujud nyata rasa syukur dan semangat kita bersama untuk ambil bagian dalam memajukan bangsa, khususnya Kabupaten Wonosobo. Kemerdekaan harus kita isi dengan kerja bersama, pelayanan yang semakin baik, serta semangat untuk terus membangun daerah,” tambahnya.
Lebih lanjut, Bupati menilai karnaval bukan sekadar agenda seremonial tahunan, tetapi menjadi ruang bertemunya pemerintah dan masyarakat untuk memperkuat rasa persatuan serta menunjukkan berbagai potensi yang dimiliki Wonosobo.
Karnaval Dorong Pelestarian Budaya dan Lingkungan
Sementara itu, Sekretaris Daerah Wonosobo, One Andang Wardoyo, saat membuka dan melepas peserta karnaval mengajak seluruh masyarakat menjadikan karnaval sebagai momentum untuk merefleksikan makna kemerdekaan secara lebih luas.
“Mari kita tampilkan potensi terbaik Wonosobo, dari budaya, kearifan lokal, hingga pelestarian lingkungan. Karnaval ini adalah panggung kita untuk menunjukkan bahwa kemerdekaan juga berarti merawat warisan leluhur dan menjaga bumi pertiwi,” ujarnya.
Ia menegaskan, tema “Bergerak dengan Empati, Mengabdi dengan Sinergi, Lestari untuk Negeri” mengandung pesan penting bagi seluruh elemen masyarakat untuk peka terhadap kebutuhan warga serta memperkuat kolaborasi lintas sektor dalam membangun Wonosobo.
Adapun Pesan “Lestari untuk Negeri” mengingatkan bahwa pembangunan daerah harus sejalan dengan upaya menjaga lingkungan. Semangat kemerdekaan diwujudkan tidak hanya melalui perayaan, tetapi juga tindakan nyata dalam melestarikan budaya, lingkungan, dan kehidupan generasi mendatang.
Karnaval menjadi upaya Pemkab Wonosobo memperkuat nasionalisme, mengenalkan potensi daerah, serta mendorong promosi pariwisata, budaya, UMKM, pertanian, dan ekonomi kreatif. Keterlibatan masyarakat juga diharapkan meningkatkan rasa memiliki dan partisipasi dalam pembangunan.
Kendaraan Hias Lolos Kurasi Karnaval
Tahun ini, peserta karnaval diperbolehkan membawa kendaraan hias sebagai atraksi sekaligus media penyampaian pesan. Kendaraan tersebut terlebih dahulu melalui kurasi untuk memastikan kreativitas, kesesuaian tema, dan kelayakannya.
Tercatat 37 kendaraan hias yang dinyatakan lolos kurasi. Sementara peserta lainnya mengikuti karnaval dengan berjalan kaki maupun menampilkan berbagai bentuk pertunjukan dan kreativitas kelompok.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Wonosobo, Khristhiana Dhewi, menyampaikan bahwa pelaksanaan karnaval tahun ini dirancang tidak hanya sebagai hiburan bagi masyarakat, tetapi juga sebagai media komunikasi publik untuk menyampaikan pesan-pesan positif pembangunan daerah.
“Tema ‘Bergerak dengan Empati, Mengabdi dengan Sinergi, Lestari untuk Negeri’ menjadi pesan utama yang ingin kita hadirkan melalui karnaval ini. Setiap peserta diberikan ruang untuk menerjemahkan tema melalui kreativitas masing-masing, sehingga masyarakat dapat melihat bahwa semangat kemerdekaan dapat diwujudkan dalam berbagai bentuk pengabdian dan kontribusi,” jelas Dhewi.
Menurutnya, keberagaman peserta menunjukkan bahwa pembangunan Wonosobo membutuhkan keterlibatan seluruh unsur. Pemerintah, masyarakat, dunia pendidikan, dunia usaha, komunitas, hingga kelompok seni memiliki peran masing-masing dalam menciptakan daerah yang semakin maju, harmonis, dan berkelanjutan.

“Melalui karnaval ini kami ingin menghadirkan kegembiraan sekaligus pesan bahwa kemerdekaan adalah tanggung jawab bersama. Kita bergerak dengan empati, bekerja dan mengabdi melalui sinergi, serta memastikan setiap langkah pembangunan tetap memperhatikan keberlanjutan lingkungan,” lanjutnya.
Rangkaian Karnaval Kemerdekaan
Rangkaian Karnaval Kemerdekaan diawali penampilan Paskibraka Kabupaten Wonosobo, dilanjutkan Marching Band Gema Nawa Kartika Desa Reco, Kecamatan Kertek, serta rombongan Polres Wonosobo dan Kodim 0707/Wonosobo.
Sebanyak 52 peserta kemudian mengikuti karnaval dengan rute sekitar 2,7 kilometer, dimulai dari Jalan Angkatan 45 di depan Kantor Samsat Wonosobo. Rute berlanjut melalui Jalan Veteran, Jalan Tosari, Perempatan Honggoderpo, Jalan A. Yani, Jalan Kartini, hingga Jalan Diponegoro dan Perempatan Kodim.
Dari Perempatan Kodim, rombongan menuju Jalan Merdeka sebagai titik akhir. Setelah tiba di lokasi finish, peserta membubarkan diri, sementara kendaraan hias diarahkan keluar melalui Jalan Purnama menuju Jalan Sabuk Alu. (sya)
