Yuliana (berbaju putih) pemilik Cafe dan Resto Twins Kabupaten Lahat

LAHAT – Kesadaran pemilik usaha kuliner, resto serta cafe di Kota Lahat, Sumatera Selatan, akan bahaya pandemi Covid-19, kini semakin menguat. Saat ini, hampir tidak ada lagi usaha di sektor ini, yang tidak menerapkan protokol kesehatan dalam melayani konsumen ataupun pelanggan.

=============================

Ngobrol bareng teman, sambil duduk minum kopi Semende (Kopi Khas Lahat), bagi warga kabupaten Lahat bukanlah hal yang baru. Hanya saja, ada suasana berbeda, jika dibanding tempo sebelum wabah Covid-19 menjadi momok menakutkan.

Sekarang, jarak antara satu meja dengan meja lainnya, harus minimal 1 meter. Posisi kursi pun demikian. Jika sebelumnya satu meja ada empat sampai enam kursi, kini hanya disediakan masksimal dua kursi berhadapan. Dan yang paling kentara adalah, setiap pengunjung harus memakai masker. Repot? tidak juga, karena ketika menyeruput kopi, kain masker yang menutupi mulut bisa digeser ke dagu, lalu ditutup lagi.

Kurang praktis memang, apalagi bagi para perokok. Tapi itulah yang harus dilakukan masyarakat saat ini. Tidak peduli orang kaya atau miskin, pejabat atau pengusaha, lelaki dan wanita, anak-anak atau dewasa. Hal ini harus dilakukan demi keselamatan bersama.

Awalnya, peraturan protokol kesehatan di tempat makan dan minum di Kota Lahat, memang sering diabaikan. Apalagi jika pengusaha tempat makan minum tersebut, masih menganggap konsumen adalah ‘raja’. Tapi sekarang pepatah itu sudah tidak berlaku. Pengusaha berbalik menjadi sangat berhati-hati dan tidak abai. Yang tidak patuh, tidak boleh duduk berlama-lama, Jika ingin membeli, silahkan membawa pulang.

Lihat saja di dinding-dinding Cafe. Selalu ditemukan tulisan di kertas putih ‘Pengunjung Wajib Memakai Masker”. Lalu adakah tulisan itu membuat pelanggan yang biasa datang menjadi berkurang? Ternyata, tidak juga demikian. Di beberapa Cafe dan Resto, yang ketat menerapkan protokol kesehatan, malah tidka pernah sepi pelanggan.

Lihat saja di Cafe and Resto Twins yang berada di area Benteng Lematang Lahat. Sejak pertama, covid-19 menyerang kabupaten yang berjarang sekitar 150 km dari kota Palembang ini, sempat tutup hampir dua bulan. Hal itu, karena mengikuti anjuran pemerintah, yang tengah gencar berusaha memutus mata rantai Covid-19, yang terus merebak akibat kerumunan yang terjadi.

Hal sama juga dialami banyak usaha serupa, karena selain konsumen juga sepi lantaran masyarakat dianjurkan berdiam diri di rumah, juga karena korban yang terpapar virus ini, terus bertambah. Baru setelah pemeirntah menerapkan era New Normal, berangsur-angsur, usaha kuliner, resto dan cafe mulai buka kembali. Dengan catatan, tetap menerapkan prrotokol kesehatan.

Syarat ini tidak hanya berlaku bagi pemilik usaha, tapi juga berlaku bagi konsumen yang datang. Pemilik usaha harus menerpakan social distancing, karyawan wajib memakai masker, menyediakan tempat cuci tangan dan pembeli tidak diperbolehkan duduk di meja yang berdekatan.

”Sekarang, agak sedikit lega. Meski di masa pandemi seperti saat ini masyarakat tak takut berlebihan. Itu karena kami berkomitment menerapkan protokol kesehatan. Meski kita tahu sekarang masyarakat sangat membutuhkan tempat untuk sekedar nongkrong,” ujar Yuliana, selaku Owner dari Twins Resto and Cafe didampingi Heri Susanto, kepada populinews.com.

Sedikti bercerita, Yuliana mengungkapkan bahwa Twin Resto and Cafe ini sudah ada di Kota Lahat sejak 5 tahun lalu tepatnya pada tahun 2015. Lokasi awalnya berada di dekat Gedung Olahraga Lahat. Tapi pada tahun 2018 berpindah di tempat ke lokasi yang sekarang ini. ”Kami melihat prospek dan perkembangan situasi,” imbuhnya.

Yuliana juga mengatakan dalam mengelola usaha kuliner di tengah panedemi ini dibutuhkan kesabaran dan keuletan, harus pantang menyerah. Terpenting adalah, bagaimana menselaraskan tuntutan usaha dengan meningkatkan kewaspadaan terhadap pandemi Covid-19.

“Sejak buka, Agustus lalu, konsumen memang up and down. Pastilah, ini karena Covid masih menjadi bayangan yang menakutkan banyak warga. Tapi jangan pernah menyerah, kuat mental kalau usaha ingin terus maju dan berkembang,” katanya di sela-sela melayani pengunjung.

Dijelaskanya juga dalam penerapan protokol kesehatan di Twins Resto dan Cafe ini sudah sesuai dengan standar protokol kesehatan yang dianjurkan pemerintah. Pengujung yang tidak memakai masker atau keluapaan mengenakan masker, akan dihimbau dan diingatkan. Tentu saja itu demi kebaikan bersama.

Oleh karena itu diharapkan agar pandemi ini segera berlalu sehingga usaha-usaha yang ada di Kabupaten Lahat ini akan terus berkembang maju.

Ketua Gugugs Tugas Penanggulangan Pandemi Covid-19 Kabupaten Lahat, Cik Ujang SH, dalam kesempatan terpisah mengatakan, setiap hari tim gugus tugas melakukan pemantauan di setiap lokasi yang mengundang keramaian. Seperti Cafe dan Resto, tempat wisata maupun pasar tradisonal.

”Pandemi Covid-19 ini adalah tanggungjawab bersama. Ia akan hilang jika seluruh masyarakat menyadari pentingnya menjaga jarak dan memaskai masker, untuk mencegah penularan. Selain itu, di setiap tempat harus menjaga kebersihan,” ujarnya.

Cik ujang juga snagat mengapresiasi, kesadaran pemilik tempat usaha, yang semuanya sudah menyadari pentingnya protokol kesehatan.

“Untuk para pengunjung kami berharap agar terus melaksanakan protokol kesehatan sesuai anjuran pemerintah demi kebaikan bersama sehingga usaha-usaha kuliner akan tetap berkembang berkat dukungan dari semua pihak,” ujar Cik Ujang yang juga menjabat Bupati Kabupaten Lahat. (*) Dahri Maulana