LAHAT | Populinews.com — Rapat Paripurna ke-XVI masa persidangan ketiga tahun tahun sidang dalam rangka mendengarkan Pidato Kenegaraan Presiden Republik Indonesia dalam rangka peringatan hari jadi Republik Indonesia ke-75 di ruang sidang utama DPRD Kabupaten Lahat, Jum’at (14/08/2020).

Hadir dalam acara ini Bupati Lahat Cik Ujang SH, Wakil Bupati Lahat H. Hariyanto SE MM, Seketaris Daerah (Sekda) Januarsyah Hambali SH MM, Dandim 0405 Lahat, Kapolres Lahat, Kajari Lahat, Kepala Pengadilan Negeri, Kepala Kementerian Agama Lahat serta jajaran OPD Kabupaten Lahat.

Rapat ini dipimpin dan dibuka langsung oleh Ketua DPRD Kabupaten Lahat, Fitrizal Homizi, ST yang didampingi Wakil Ketua I DPRD Kabupaten Lahat.  Fitrizal menyebutkan bahwa rapat ini dihadiri Anggota DPRD Kabupaten Lahat berjumlah 22 orang, maka dari itu rapat sah digelar karena sudah cukup quorum.

Ia juga menyampaikan penghargaan dan penghormatan yang tinggi kepada para Pahlawan-pahlawan, yang telah berjuang merebut kemerdekaan Indonesia dari tangan- tangan penjajah. Dan bagi pahlawan yang masih hidup ia pun mengucapkan do’a agar selalu diberikan kesehatan.

Pada kesempatan ini Fitrizal juga mengatakan Kemerdekaan Republik Indonesia kali ini mengambil tema “Indonesia Maju” yang berimplementasi pada Pancasila sebagai dasar kehidupan bangsa.  “Marilah momentum peringatan Hari Ulang Tahun Republik Indonesia ke 75 tahun ini, kita isi dengan meningkatkan kinerja untuk mencapai kemajuan bangsa,” ajaknya.

Pesan Presiden

Setelah acara pembukaan usai, dilanjutkan mendengarkan Pidato Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR RI dan DPD RI Dalam Rangka HUT Ke-75 Proklamasi Kemerdekaan RI, di Gedung MPR/DPR/DPD RI, Senayan, Jakarta.

Dengan tetap mentaati protokol kesehatan, dan jaga jarak duduk, para anggota dewan dan tamu undangan duduk menghadap ke dua layar monitor lebar, yang diletakkan di kiri dan kanan meja pimpinan sidang.

Pidato kenegaraan ini disiarkan langsung dari salah satu stasiun televisi yang ditayangkan dalam gedung Paripurna dengan menggunakan layar prokyektor dan televisi LED, pidato kenegaraan dapat disaksikan semua peserta undangan pada rapat paripurna istimewa tersebut.

Presiden dalam amanahnya meminta seluruh lapisan masyarakat jangan ada yang merasa paling benar sendiri dan yang lain dipersalahkan, jangan ada yang merasa paling agamis sendiri serta jangan ada yang merasa paling Pancasilais sendiri.

”Semua yang merasa paling benar dan memaksakan kehendak, itu hal yang biasanya tidak benar. Kita beruntung bahwa mayoritas rakyat Indonesia, dari Sabang sampai Merauke, dari Miangas sampai Pulau Rote, menjunjung tinggi kebersamaan dan persatuan, penuh toleransi dan saling peduli, sehingga masa-masa sulit sekarang ini bisa kita lalui dan kita tangani secara baik,” tutur Presiden.

Kepala Negara menyebutkan bahwa ekosistem nasional yang produktif dan inovatif tidak mungkin tumbuh tanpa ekosistem hukum, politik, kebudayaan, dan pendidikan yang kondusif serta fleksibilitas yang tinggi dan birokrasi yang sederhana tidak bisa dipertukarkan dengan kepastian hukum, antikorupsi, dan demokrasi.

Semua kebijakan, menurut Presiden, harus mengedepankan ramah lingkungan dan perlindungan HAM serta kecepatan dan ketepatan tidak bisa dipertukarkan dengan kecerobohan dan kesewenang-wenangan.

”Pemerintah tidak pernah main-main dengan upaya pemberantasan korupsi. Upaya pencegahan harus ditingkatkan melalui tata kelola yang sederhana, transparan, dan efisien. Dan hukum harus ditegakkan tanpa pandang bulu. Penegakan nilai-nilai demokrasi juga tidak bisa ditawar,” imbuh Presiden.

Menurut Presiden, demokrasi harus tetap berjalan dengan baik, tanpa mengganggu kecepatan kerja dan kepastian hukum, serta budaya adiluhung bangsa Indonesia. Ia menambahkan bahwa agenda Pilkada 2020 harus tetap berjalan dengan disiplin tinggi dalam menjalankan protokol kesehatan. ”Nilai-nilai luhur Pancasila, Negara Kesatuan Republik Indonesia, persatuan dan kesatuan nasional, tidak bisa dipertukarkan dengan apapun juga. Kita tidak bisa memberikan ruang sedikit pun kepada siapa pun yang menggoyahkannya,” kata Presiden.

Sistem pendidikan nasional, menurut Presiden, harus mengedepankan nilai-nilai Ketuhanan, yang berkarakter kuat dan berakhlak mulia, serta unggul dalam inovasi dan teknologi. ”Saya ingin semua platform teknologi harus mendukung transformasi kemajuan bangsa. Peran media-digital yang saat ini sangat besar harus diarahkan untuk membangun nilai-nilai kemanusiaan dan kebangsaan,” ujarnya.

Semestinya, menurut Presiden, perilaku media tidak dikendalikan untuk mendulang click dan menumpuk jumlah like, tapi seharusnya didorong untuk menumpuk kontribusi bagi kemanusiaan dan kepentingan bangsa. ”Ideologi dan nilai-nilai luhur bangsa tidak boleh dipertukarkan dengan kemajuan ekonomi. Bahkan, kemajuan ekonomi jelas membutuhkan semangat kebangsaan yang kuat. Kita harus bangga terhadap produk Indonesia. Kita harus membeli produk dalam negeri,” ungkap Presiden.

Kemajuan Indonesia, menurut Presiden, harus berakar kuat pada ideologi Pancasila dan budaya bangsa. ”Tujuan besar tersebut hanya bisa dicapai melalui kerja sama seluruh komponen bangsa dengan gotong royong, saling membantu, dan saling mengingatkan dalam kebaikan dan tujuan yang mulia. Demokrasi memang menjamin kebebasan, namun kebebasan yang menghargai hak orang lain,” ungkapnya. (ADV/Hendri)